BOGOR (18/06/2026) — Serikat Pekerja Nasional (SPN) bersama federasi lain memperkuat strategi perjuangan buruh lewat ruang digital. Mereka menggelar Join Training on Media & Communication selama tiga hari di Grand Diara Hotel, Bogor.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas advokasi serta membangun narasi publik yang kuat. Selain itu, para peserta belajar memanfaatkan media digital sebagai alat perjuangan hak pekerja.
Project Coordinator BBTK TGSL IndustryALL, Darlina Lumban Toruan Sihombing, membuka secara resmi pelatihan ini. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa tantangan perjuangan buruh kini telah berubah secara signifikan.
“Perjuangan hak pekerja hari ini tidak hanya hadir di ruang dialog dan kebijakan. Akan tetapi, gerakan ini juga harus menguasai ruang publik dan media. Oleh karena itu, kemampuan membangun narasi digital menjadi kebutuhan penting,” ujar Darlina.
Membaca Realitas dan Menyusun Narasi Berbasis Fakta
Pada hari pertama, peserta menyatukan visi dan mengidentifikasi berbagai masalah perburuhan saat ini. Isu perlindungan pekerja dan kondisi kerja layak menjadi fokus utama diskusi. Sementara itu, Steering Committee memfasilitasi sesi agar materi tetap relevan dengan kebutuhan lapangan.
Kemudian, memasuki hari kedua, jurnalis senior Farid Gaban memandu sesi strategi kampanye. Peserta belajar mengubah isu lapangan menjadi cerita yang menarik perhatian publik. Bahkan, Farid menekankan pentingnya mengemas fakta buruh menjadi pesan sosial yang kuat.
Selain materi teks, Benaya memberikan pelatihan fotografi dan produksi video pendek. Sesi ini membekali peserta dengan teknik visual untuk media sosial. Akibatnya, peserta kini mampu memproduksi konten kreatif secara mandiri.
Menguasai Platform Digital untuk Perjuangan
Pada hari terakhir, Ghani memandu sesi optimalisasi berbagai platform digital. Pemateri menjelaskan perubahan pola konsumsi informasi pada masyarakat modern. Oleh karena itu, gerakan pekerja wajib hadir dan adaptif di ruang siber.
Singkatnya, pelatihan ini ditutup dengan sesi Workshop Class dan produksi konten secara langsung. Peserta segera mempraktikkan pembuatan materi kampanye dan simulasi publikasi. Selanjutnya, perwakilan SPN, Garteks, dan FSPMI berkomitmen untuk terus berkolaborasi.
Melalui pelatihan ini, serikat pekerja kini siap menghubungkan advokasi lapangan dengan kekuatan digital. Oleh karena itu, perjuangan buruh kini tidak hanya hadir di jalanan. Akhirnya, narasi mereka akan bergaung lebih luas di dunia maya.
(SN-21)