SPN News – Bahodopi, 23 Juni 2024. Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Morowali menggelar aksi solidaritas bertajuk “1000 Lilin” untuk mengenang para korban tragedi ledakan tungku smelter PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Aksi ini sebagai bentuk ungkapan duka dan belasungkawa serta dukungan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Aksi yang digelar di depan Kantor PT. ITSS pada Kamis malam (20/06/24) ini dihadiri oleh SPN Morowali dan Serikat Pekerja Industri Morowali (SPIM). Selain memanjatkan doa bagi para korban, aksi ini juga menyuarakan tuntutan agar perusahaan meningkatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Baca juga:  TIDAK MASUK KERJA SEHARI, M IBNU MASUD DIPECAT HRD PT PANAMTEX TANPA SYARAT

Tragedi Berulang Mengakibatkan Korban Luka Bakar

Ledakan tungku smelter Departemen Ferrosilicon PT. ITSS kembali terjadi pada tanggal 13 Juni 2024 sekitar pukul 22.00 WITA. Akibatnya, dua pekerja bernama Jekmaryono dan Yudarlan mengalami luka bakar dan harus dirawat intensif. Peristiwa ini merupakan ledakan kedua kalinya dalam kurun waktu lima bulan di PT. ITSS.

Sebelumnya, pada tanggal 24 Desember 2023, ledakan tungku smelter nikel PT. ITSS juga menyebabkan 59 orang menjadi korban, dengan 21 orang meninggal dunia (13 pekerja Indonesia dan 8 pekerja asing asal China), dan sisanya mengalami luka-luka.

Desakan Peningkatan Standar K3

Ketua SPN PT. ITSS, La Ode Muhamad Kasman, menegaskan kepada manajemen PT. ITSS dan PT. IMIP untuk benar-benar menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan baik dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kecelakaan kerja dan melindungi para buruh.

Baca juga:  Buruh Kota Depok Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Kualitas dan Kuantitas Pendidikan

“Kami akan terus mendesak penerapan K3 yang baik, karena terulangnya ledakan tungku smelter di departemen yang sama menunjukkan bahwa pihak perusahaan tidak melakukan perbaikan yang berarti untuk mencegah kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap buruh,” tegas Kasman.

Aksi solidaritas SPN Morowali ini diharapkan dapat mendorong pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah serius dalam meningkatkan standar K3 di lingkungan kerja, sehingga tragedi serupa tidak terulang kembali.

SN-08