Pemerintah seharusnya berupaya maksimal untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, baik melalui pendidikan formal maupun informal agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing

(SPN News) Jakarta, (10/05/2018) tenaga kerja di Indonesia pada Februari 2018 tercatat 127,07 juta. Bertambah 2,53 juta orang dibanding Februari 2017. Setiap tahun, angka pengangguran terpangkas 140 ribu orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2018 masih didominasi oleh masyarakat berpendidikan rendah (SMP ke bawah). Sebanyak 75,99 juta orang atau 59,80 persen dari total tenaga kerja.

Sementara itu, penduduk bekerja berpendidikan menengah (SMA sederajat) sebanyak 35,87 juta orang atau 28,23 persen.
“Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 15,21 juta orang atau 11,97 persen mencakup 3,50 juta orang berpendidikan diploma dan 11,71 juta orang berpendidikan universitas,” ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, (7/5).

Baca juga:  WALAUPUN PEKERJANYA TERKENA COVID-19, PABRIK BRIDGESTONE TETAP OPERASI

Dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja berpendidikan menengah meningkat 27,35 persen pada Februari 2017 menjadi 28,23 persen pada Februari 2018. Sementara penduduk bekerja berpendidikan rendah dan tinggi mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,59 persen dan 0,29 persen.

“Jadi mengalami perbaikan untuk penduduk bekerja berpendidikan rendah,” tandasnya.

Shanto dikutip dari berbaga sumber/Editor