ASEAN OSHNET dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memiliki satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan kerja layak bagi pekerja

(SPN News) Jakarta, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta jejaring Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat ASEAN atau dikenal dengan Occupational Safety and Health Network (ASEAN OSHNET) untuk mewujudkan kerja layak bagi pekerja di negara-negara anggotanya.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan ASEAN OSHNET dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memiliki satu tujuan yang sama yaitu cita-cita untuk mewujudkan kerja layak bagi pekerja.

“Lebih spesifik lagi tujuan ASEAN OSHNET dititikberatkan pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja,” kata Menteri Hanif dalam keterangan resmi, Kamis.

Menteri Hanif menegaskan upaya mewujudkan suasana kerja yang layak bagi pekerja bisa dicapai melalui kerja sama yang kuat, meskipun masih banyak tantangan dengan adanya perubahan sistem kerja yang berorientasi pada teknologi.

Baca juga:  BANJIR IMPOR TEKSTIL BUAT PELAKU INDUSTRI RESAH

“Kami sangat mengharapkan kerja sama antar negara anggota ASEAN ditingkatkan lagi untuk memberikan perlindungan yang maksimal bagi tenaga kerja,” ujar Menteri Hanif.

Selain itu, dia menambahkan kerjasama dengan mitra Plus Three Countries yakni Jepang, China, dan Korea serta organisasi internasional seperti Asosiasi Internasional Pengawas Ketenagakerjaan (IALI) dan Organisasi K3 Asia-Pasifik (APOSHO) juga sangat diperlukan dalam meningkatkan perlindungan pekerja, khususnya pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Menteri Hanif berharap ASEAN OSHNET dapat lebih aktif lagi dalam menemukan inisiatif-inisiatif baru sebagai wadah kerja sama yang baik dalam mempersiapkan negara anggota ASEAN untuk menjawab tantangan revolusi 4.0 khususnya pelaksanaan K3. Dia menambahkan partisipasi Indonesia dalam ASEAN OSHNET dapat mendorong penyempurnaan regulasi di bidang K3 yang pada akhirnya harus sejalan dengan perkembangan K3 di tingkat ASEAN dan global,” ucap Menteri Hanif.

Baca juga:  STOP PELECEHAN DAN KEKERASAN DI PWJ

Menteri Hanif menjelaskan pada tahun 2019 ini merupakan tahun yang sangat istimewa, karena ditahun ini usia perjalanan kerjasama ASEAN OSHNET telah mencapai 20 tahun dan pada tahun 2019 ini juga, organisasi perburuhan internasional (ILO) genap berusia 100 tahun.

Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste Michiko Miyamoto mengatakan bahwa konferensi ini merupakan wadah yang bagus untuk saling berbagi pengetahuan terkait K3.

“Perubahan iklim, teknologi, dan sosial mempengaruhi perubahan K3 bagi pekerja, sehingga penanganannya juga harus disesuaikan,” ujar Michiko

SN 09 dikutip dari berbagai sumber/Editor