(SPN News) Jakarta , Sebanyak 15 orang perwakilan buruh tiba di Kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat. Mereka langsung diterima oleh Menko Polhukam Luhut B Panjaitan, Menkes Nila Moeloek, Menaker Hanif Dhakiri, Kapolda Metro Irjen Tito Karnavian dan Pangdam Jaya Letjen Agus Sutomo untuk berdialog mengenai tuntutan buruh.

Dari belasan perwakilan buruh terlihat Said Iqbal pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Abdul Andi Gani dan Moh Dofir pimpinan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

Saat tiba, Abdul Gani sempat mengatakan kepada para menteri bahwa hari ini buruh membuktikan melakukan orasi dengan tertib. Buruh akan membubarkan diri sebelum pukul 17.00 WIB.

Baca juga:  UMK KOTA BOGOR DIUSULKAN NAIK 10% DISEPAKATI HANYA 8,71%

“Pak Hanif, hari ini kita membuktikan kedatangan kami tidak berlangsung rusuh, kami tertib. Selama saya menjadi presiden buruh semua aman-aman saja. Kami tidak akan menunggu sampai pukul 17.00 untuk membubarkan diri,” tegas Gani kepada para menteri sebelum masuk kedalam ruangan, Selasa (1/9/2015) pukul 13.50 WIB.

Gani juga mengatakan pihaknya juga tidak akan bertahan di jalan jika ada solusi baik. Gani meminta Menakertrans membentuk tim.

“Kami meminta dibentuk tim untuk Menaker dan Menkes agar apa yang selam ini kami harapkan tercapai,” tutup Gani.

Buruh memiliki banyak tuntutan. Misalnya kenaikan upah minimal 22 persen pada tahun 2016, pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga, Perbaikan layanan BPJS Kesehatan, penurunan harga sembako dan BBM, tolak PHK, tolak pekerja asing, revisi jaminan pensiun, dan berbagai tuntutan lainnya. Buruh juga meminta agar aktivis buruh yang dipenjara dibebaskan.

Baca juga:  KESEPAKATAN HITAM UPAH PADAT KARYA 2018 DI WILAYAH BOGOR

“Maraknya aktivis buruh di era demokrasi yang dikriminalisasi, bukan cuma KPK saja. Ada yang dari serikat buruh Purwakarta, Jakarta. Kami minta pemerintah membebaskan kawan-kawan kami,” ujar Presiden KSBSI Moh Dofir di kesempatan yang sama.