Ilustrasi

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta perusahaan untuk mematuhi dan memenuhi kewajibannya membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR)

(SPNEWS) Ngamprah, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBN) meminta perusahaan yang ada di KBB untuk mematuhi dan memenuhi kewajibannya membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya. Hal tersebut merujuk Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Ketenagakerjaan RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh.

Mengacu pada SE tersebut, setiap perusahaan harus membayarkan THR kepada pegawainya tujuh hari sebelum hari raya dengan nominal penuh dan tanpa dicicil. Agar perusahaan tak abai akan kewajibannya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB bakal menyebarkan Surat Edaran (SE) terkait pembayaran THR keagamaan ke semua perusahaan supaya bisa membayarkannya tepat waktu.

Baca juga:  CATATAN KECIL MAJENAS SPN II

“Kami berharap dengan disosialisasikannya SE Menaker soal THR perusahaan bisa melaksanakan kewajibannya. Dan pekerja bisa mendapatkan hak sesuai aturan yang berlaku,” kata Kepala Disnakertrans KBB, Panji Hermawan, (28/4/2021).

Dari sekitar 800 perusahaan skala besar maupun kecil di KBB, pihaknya belum menerima laporan pengajuan penangguhan maupun pembayaran THR secara dicicil. Pihaknya juga belum menerima adanya laporan tertulis soal keberatan pembayaran THR.

“Sampai sekarang belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan terkait SE Menaker soal THR dan semoga saja tidak ada,” sambungnya.

Namun jika ada perusahaan yang terkendala membayarkan THR akibat kesulitan ekonomi, maka penyelesaian bisa dengan mediasi antara perusahaan dan pekerja. Agar jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan.

Baca juga:  PRESIDEN TEKAN PERPRES BARU KARTU PRAKERJA

“Surat edarannya kan tegas bahwa THR dibayar penuh, tidak dicicil seperti yang diperbolehkan tahun lalu. Namun jika perusahaan tidak sanggup, silahkan diskusikan dengan pekerja untuk cari solusi karena THR itu hak pekerja,” pungkasnya.

SN 09/Editor