(SPNEWS) Bahodopi, Korban jiwa kebakaran disusul ledakan tungku smelter di kawasan industri nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) Morowali, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 20 orang.

Kepala Divisi Media Realtions PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan bertambahnya korban jiwa pasca kecelakaan kerja itu setelah satu korban luka yang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palopo, Sulawesi Selatan, meninggal akibat luka bakar.

“Yang meninggal atas nama Sahrul. Meninggalnya kemarin (Minggu). Sebelumnya dia dirawat di RSUD Morowali kemudian dirujuk ke RSUD Palopo,” kata Dedy saat dihubungi dari Palu, Senin, (1/1/2024.

Menurut Dedy jenazah Sahrul telah diberangkatkan dari RSUD Palopo menuju ke rumah keluarganya di Muna, Sulawesi Tenggara. “Sesuai permintaan keluarga jenazah almarhum kami antarkan ke Muna untuk dimakamkan di sana,” jelasnya.

Baca juga:  IRONI GUBERNUR DALAM MENETAPKAN UPAH MINIMUM

Dedy menjelaskan seperti korban jiwa sebelumnya hak Sahrul juga akan diberikan kepada ahli waris.

“Dana pemakaman Rp25 juta kemudian santunan dalam bentuk tali asih perusahaan Rp575 juta. Total Rp600 juta, itu belum termasuk santunan dan tunjangan lainnya,” ungkapnya.

Dengan adanya tambahan korban jiwa, maka total pekerja yang meninggal dunia pasca insiden maut tersebut berjumlah 20 orang. Rinciannya 12 pekerja Indonesia dan delapan pekerja China.

Dedy menyebut untuk total korban luka menjadi 39 orang. Dari jumlah itu, 10 masih dirawat di RSUD Morowali, dua di Klinik PT IMIP, satu di RSUD Palopo, empat RSUD Makassar, dan satu di RS Jakarta.

“Sementara sisanya 21 korban luka sudah pulang ke rumah masing-masing dan rawat jalan,” ujarnya.

Baca juga:  PELANTIKAN PENGURUS PSP SPN PT FORTA LARESE

SN 09/Editor