​Puluhan buruh PT Multi Karya Cipta Manunggal menjadi korban PHK sepihak dan mengadukan nasibnya kepada Disnaker Kota Pekalongan

(SPN News) Pekalongan, buruh pabrik textile PT MKCM ( Multi Karya Cipta Manunggal ), mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Selasa ( 27 / 3 ) . Para pekerja ini mengadukan nasibnya yang di PHK secara sepihak oleh perusahaan. Para buruh ini didampingi oleh pengurus DPC SPN Kota Pekalongan

“Kami ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja ini untuk memperjuangkan nasib para buruh yang di PHK secara sepihak oleh PT MKCM ( Multi Karya Cipta Manunggal – red ) sudah sejak beberapa bulan ini . Kami menuntut agar yang di PHK maka harus mendapat pesangon yang layak , mereka selama ini bekerja tanpa ada kesalahan fatal dan tiba – tiba di PHK ” , jelas Bowo Leksono ketua DPD SPN Jawa Tengah .

Baca juga:  KASUS COVID-19 DI INDONESIA NAIK LAGI

Disebutkan , masalah ini bermula beberapa bulan lalu ada peralihan pembayaran gaji karyawan dari semula manual lalu menggunakan ATM . Pekerja yang tidak menggunakan ATM lalu di beri surat peringatan tanpa ada kesalahan , kejadian ini berlarut – larut sehingga berujung ada PHK. Mereka sudah beberapa kali melakukan musyawarah atau pertemuan dengan perusahaan namun tak ada titik temu . Karena tak ada keputusan, mereka kemudian meminta ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kota Pekalongan bisa memperjuangkan nasib para buruh ini.

“Saat ini yang sudah di PHK ada 25 orang dan yang belum diselesaikan pesangonnya ada 6 orang. Selain itu ada sebanyak 11 buruh sudah mendapat surat peringatan dan terancam PHK . Seluruh yang di PHK dan di SP adalah pengurus SPN Kota Pekalongan ,” jelas Bowo Leksono.

Baca juga:  UPAH BUKAN PENYEBAB PHK DI INDUSTRI TEKSTIL

Para buruh ini menyampaikan jika tak ada kejelasan nasibnya , mereka akan menggelar mogok kerja pekan depan . Mereka menuntut pihak managemen perusahaan agar bisa membayar seluruh gaji dan pesangon karyawan yang di PHK . Puluhan buruh dan SPN ini, setelah melakukan pertemuan dengan DInas Perindustrian dan Tenaga Kerja , lalu kembali pulang .

Kepala dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kota Pekalongan, Slamet Haryadi , menyebutkan pihaknya menerima pengaduan dari para buruh textile PT MKCM tersebut. Pemerintah kota Pekalongan akan meminta penjelasan terhadap perusahaan agar mendapat kejelasan masalahnya .

“Kami menerima pengaduan ada PHK sepihak dan acaman PHK serta pemberian sangsi yang tidak prosedural dari managemen PT MKCM . Kami akan segera meminta keterangan dari perusahaan agar ada informasi yang jelas mengenai persoalan tersebut, ” jelas Slamet Haryadi .

Shanto dari berbagai sumber/Editor