JAKARTA (28/04/2026) — Gerakan buruh nasional mulai memanas menjelang Hari Buruh Internasional 2026. Selain itu, pimpinan serikat pekerja telah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan tersebut menandai babak baru komunikasi antara pekerja dan pihak pemerintah. Kemudian, Ketua Umum SPN Iwan Kusmawan hadir bersama Presiden KSPI Sa’id Iqbal.
Mereka menyampaikan 8 tuntutan utama buruh secara langsung di Jakarta. Isu tersebut mencakup kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, hingga kebijakan ekonomi strategis.
Selanjutnya, SPN menegaskan tiga tuntutan utama atau Tritura kepada pemerintah. Tuntutan pertama adalah pengesahan UU Ketenagakerjaan sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi.
Bahkan, buruh mendesak pemerintah segera melakukan revitalisasi industri tekstil nasional. Akibatnya, mereka juga meminta pembatalan pemangkasan kuota nikel tahun 2026.
Akan tetapi, gelombang aksi massa tetap akan melanda berbagai titik. Para pekerja bakal memusatkan aksi mereka di kawasan Danantara.
Sementara itu, Amri selaku Koordinator Lapangan menegaskan lokasi aksi tidak berubah. Beliau mengatakan, “Aksi tetap berlangsung di Wisma Danantara sampai detik ini.”
Oleh karena itu, pengurus sedang mensurvei lokasi untuk memastikan mobilisasi maksimal. Singkatnya, May Day 2026 akan menjadi aksi serikat pekerja yang sangat besar.
Kegiatan ini menggabungkan tekanan massa dan strategi diplomasi politik. Akhirnya, para buruh kini menanti realisasi nyata pemerintah atas aspirasi mereka.
(SN-21)