Ilustrasi

Harga bahan baku industri alas kaki naik 10%

(SPN News) Jakarta, penyebaran virus corona telah berdampak pada industri Indonesia. Asosiasi Persepatuan Indonesia menyebut harga bahan baku alas kaki kini telah naik sebesar 10% sejak virus corona merebak. Direktur Eksekutif API Firman Bakri menjelaskan beberapa pabrik bahan baku di Tiongkok belum berproduksi secara normal sehingga harus membayar uang lembur karyawan. Biaya lembur tersebut sebagian besar dibebakan pada pembeli sehingga harga jualnya membengkak. Selain itu, pengiriman ke Indonesia juga dipastikan terlambat yang mengganggu produksi.

“Kami masih negosiasi lagi agar tidak mundur terlalu lama,” kata dia di Jakarta, Rabu (11/3). Akibat pengiriman dan produksi di Tiongkok yang terhambat, pasokan bahan baku industri alas kaki kini berkurang sebanyak 20%. Jika pengiriman tak dapat diselesaikan hingga bulan depan, penurunan produksi bisa mencapai 50%.

Baca juga:  PEMERINTAH HARUS MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN BURUH MEMBELI RUMAH

Ia menyebut keadaan diperburuk dengan adanya batas waktu produksi untuk konsumen dalam negeri dan ekspor yang tidak dapat dinegosiasikan lagi. Hal menyebabkan biaya produksi semakin membengkak lantaran harus membayar buruh yang bekerja lembur. Tantangan tersebut diproyeksikan akan terjadi hingga dua bulan ke depan.

“Kami harus bayar over time untuk mengejar waktu menyelesaikan produk – produk dalam negeri maupun ekspor,” katanya menambahkan.

SN 09/Editor