JAKARTA (2 September 2026) — Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) terus memperkuat peran Komite Pekerja Muda (KPM). Langkah ini bertujuan untuk mencetak calon pemimpin baru di seluruh tingkatan organisasi.
Oleh karena itu, DPP SPN menggelar koordinasi nasional untuk membahas program kerja strategis. Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Umum Catur Andarwanto, S.H., Sekretaris Purwanto, S.E., dan Ketua Bidang Riset Sugianto, S.H.
Sementara itu, Sekretaris Umum DPP SPN Catur Andarwanto, S.H. menegaskan bahwa pekerja muda merupakan roh keberlanjutan organisasi. Pihaknya meminta pengurus KPM agar bertindak aktif dan merespons setiap perkembangan informasi.
Selain itu, arahan juga disampaikan oleh Sekretaris Suwarto, Sekretaris Bidang Media Amri, serta Sekretaris Bidang Perempuan Nurlatifah, S.T. Seluruh pimpinan DPP SPN berkomitmen penuh mendukung pergerakan pemuda.
Koordinator Komite Pekerja Muda SPN Muhammad Chotib Apriansyah menyampaikan kesiapan timnya dalam mengawal agenda organisasi. “Kami sedang merancang serangkaian kegiatan prioritas untuk memperkuat kapasitas kader muda,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Rizky Fajar Santoso dari PSP SPN PT. Coats Rejo Indonesia turut menekankan pentingnya peran pekerja muda di tingkat pabrik.
Selanjutnya, KPM SPN bakal menggelar Seminar Pekerja Muda Nasional pada 28 Oktober mendatang. Acara ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan menargetkan kehadiran 500 peserta.
Kemudian, SPN menjalin kerja sama dengan International Labour Organization (ILO). Kerja sama ini menghadirkan program pelatihan bertahap selama lima bulan mulai akhir September.
Materi pelatihan mencakup pengorganisasian, kepemimpinan kolektif, hingga manajemen konflik. Bahkan, peserta juga akan mendapatkan pembekalan berpikir strategis dan perencanaan gerakan.
Akan tetapi, Muhammad Chotib Apriansyah mengakui KPM SPN masih menghadapi tantangan pemutakhiran data keanggotaan. Banyak pengurus di tingkat daerah yang belum mengirimkan data pekerja muda secara akurat.
Akibatnya, pendataan ketat menjadi prioritas utama organisasi dalam beberapa bulan ke depan. DPP SPN mewajibkan seluruh pengurus daerah melakukan verifikasi data hingga tingkat perusahaan.
Singkatnya, program ini juga bakal mencetak pelatih melalui skema Training of Trainers (TOT). Langkah tersebut bertujuan agar kader muda mampu menjadi narasumber mandiri di daerah masing-masing.