JAKARTA (3/9/2026) — IndustriALL Global Union Southeast Asia menegaskan pentingnya pengorganisasian serikat pekerja. Selain itu, mereka mendorong peningkatan kapasitas perunding di tempat kerja. Langkah ini bertujuan memperjuangkan agenda Transisi Berkeadilan atau Just Transition.

Komitmen tersebut lahir dalam konfrensi regional di Jakarta. Acara ini mempertemukan aktivis dari Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Selanjutnya, para peserta saling berbagi pengalaman dan merumuskan strategi penguatan gerakan buruh.

Membangun Kekuatan Fondasi Pekerja

Sekretaris Regional IndustriALL Southeast Asia, Ramon Certeza, memberikan arahannya. Ia menyatakan bahwa pengorganisasian merupakan prioritas utama organisasi. Oleh karena itu, kekuatan organisasi menjadi fondasi utama perjuangan buruh.

“Tujuan kita adalah melakukan pengorganisasian secara lebih efektif. Bahkan, kita harus meraih lebih banyak kemenangan bagi pekerja,” ujar Ramon.

Baca juga:  Buruh Kota Depok Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Kualitas dan Kuantitas Pendidikan

Sementara itu, Ramon menyoroti ancaman perubahan iklim bagi pekerja. Suhu ekstrem, krisis cuaca, hingga banjir kini melanda kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi merubah dunia kerja secara drastis.

Mendorong Klausul Masuk ke PKB

Akibatnya, serikat pekerja wajib merespons perubahan tersebut dengan cepat. Ramon menegaskan bahwa tuntutan Just Transition harus masuk ke dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Suara pekerja harus terdengar di meja perundingan. Oleh sebab itu, pekerja harus memiliki kapasitas memperjuangkan tuntutannya,” tegas Ramon.

Kemudian, ia kembali mengingatkan prinsip utama gerakan pekerja. Prinsip tersebut adalah “Nothing for us without us”. Artinya, tidak boleh ada kebijakan pekerja tanpa keterlibatan pekerja itu sendiri.

Baca juga:  Hari Buruh, Pendidikan, dan Kebangkitan Kita

Memperkuat Sinergi Regional

Selanjutnya, Ketua IndustriALL Indonesia Council, Iwan Kusmawan, S.H., turut hadir dalam forum tersebut. Kehadiran beliau menunjukkan pentingnya sinergi antara serikat pekerja nasional dan internasional.

Melalui workshop ini, peserta memperdalam strategi perundingan di tingkat perusahaan. Ringkasnya, gerakan buruh dituntut tidak hanya menjadi korban perubahan. Sebaliknya, pekerja harus menjadi penentu arah masa depan kerja yang adil.

(SN-03)