​Pengusaha sawit mengadu kepada Menaker karena sering diterpa isu negatif.

(SPN News) Jakarta, seperti yang diberitakan sebelumnya dalam berbagai media, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) (9/01/2017) mengadu sekaligus meminta solusi kepada Menteri Ketenagakerjaan terkait dengan berbagai isu negatif yang menerpa industri kelapa sawit.  Isu – isu yang dihadapi pengusaha kelapa sawit saat ini antara lain tuduhan penyebab kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM, pengurangan lahan hutan, isu  pekerja anak, upah dan status pekerja, serta isu-isu lain terkait lingkungan hidup dan persaingan bisnis.

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak temuan dan laporan dengan apa yang terjadi dalam industri perkebunan kelapa sawit. Dan temuan – temuan tersebut bukan rekayasa atau berita bohong, tatapi memang benar – benar terjadi. Fakta inilah yang kemudian menjadi bukti perselisihan khususnya dalam bidang ketenagakerjaan dan dilaporkan oleh SPN di Kalimantan Timur.

Baca juga:  MAKNA HARI PENDIDIKAN NASIONAL BAGI ANAK BURUH DAN GURU HONORER

Banyak laporan yang “kurang ditanggapi serius” oleh pengawas di daerah. Seharusnya pengawas bisa lebih agresif dan responsif dalam menanggapi dan menindaklanjuti laporan/pengaduan yang disampaikan. Sangat penting untuk memperkuat pengawas ketenagakerjaan di pusat dan daerah-daerah agar lebih memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan bagi pekerja sawit.

Selain itu peranan SP/SB di industri perkebunan kelapa sawit harus ditingkatkan, sementara ini dari berbagai temuan malah SP/SB di industri perkebunan terindikasi untuk dibrangsus dengan berbagai alasan, seperti yang terjadi di Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Oleh karena itu penting sekali pengusaha dan SP/SB untuk lebih intensif melakukan dialog sosial agar segala permasalahan yang terjadi di industri perkebunan kelapa sawit dapat diselesaikan, dan isu – isu negatif yang menerpa pengusaha perkebunan kelapa sawit pun berhenti dengan sendirinya.

Baca juga:  TUNTUT UMSK 2019, PEKERJA PT MACROPRIMA PANGANUTAMA MOGOK KERJA

Shanto/Editor