MOROWALI (14/08/2026) — Serikat Pekerja Nasional (SPN) Morowali kembali menegaskan komitmen perjuangan buruh. Oleh karena itu, pengurus meluncurkan Gerakan 16 Agustus untuk mengawal kesepakatan kerja. Gerakan ini menandai satu tahun pasca aksi damai di kawasan PT IMIP.
Tepat setahun lalu, SPN Morowali menyampaikan sepuluh poin aspirasi pekerja kepada manajemen. Selanjutnya, kedua pihak menandatangani Perjanjian Bersama (PB) setelah melalui perundingan intensif. Namun, pengurus menilai perusahaan belum menjalankan poin kesepakatan secara maksimal.
Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan pelaksanaan perjanjian belum berjalan optimal. Akibatnya, timbul rasa kecewa di kalangan pekerja terkait komitmen tersebut. SPN Morowali memandang kesepakatan bukan sekadar dokumen di atas kertas.
“Perjanjian Bersama memuat nilai moral dan kepercayaan yang sangat tinggi,” tegas pengurus SPN Morowali. “Selain itu, unsur TNI dan Polri juga menyaksikan langsung penandatanganan dokumen ini,” lanjutnya.
Sementara itu, para buruh terus memperjuangkan hak melalui jalur hukum yang sah. Mereka menuntut manajemen PT IMIP agar menghormati poin yang telah disepakati. Bahkan, pekerja menegaskan bahwa komitmen bersama menjaga keharmonisan hubungan industrial.
Singkatnya, Gerakan 16 Agustus menjadi simbol perjuangan merawat ingatan kolektif buruh. Kemudian, SPN Morowali terus mengawal janji tersebut demi mewujudkan keadilan pekerja.
(SN-03)