JAKARTA (28/07/2026) – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Serikat Pekerja Nasional (SPN) menggelar Sosialisasi Bahaya Asbes. Kegiatan edukasi bagi Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN Banten ini berlangsung pada Selasa.
Selain itu, acara bertempat di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SPN, Gedung ILP Building, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi etape terakhir dari seluruh rangkaian sosialisasi di berbagai daerah.
Sebelumnya, KSPI telah menggelar acara serupa di Depok, Bekasi, Jakarta, Bogor, dan Karawang. Selanjutnya, para alumni Training of Trainers (TOT) memandu langsung penutupan rangkaian edukasi ini.
Koordinator Project Asbestos KSPI, Dimas P. Wardhana, memberikan sambutan hangat di awal acara. Beliau menegaskan bahwa perlindungan pekerja dari paparan asbes harus menjadi perhatian bersama.
Oleh karena itu, serikat pekerja memiliki peran penting dalam membangun kesadaran K3. Kemudian, Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan, membuka kegiatan tersebut secara resmi.
“Kami mengapresiasi kolaborasi antara SPN dan KSPI dalam memperkuat kapasitas pengurus serikat pekerja. Peserta harus menyebarluaskan pengetahuan ini kepada anggota di perusahaan masing-masing,” ujar Iwan Kusmawan.
Sementara itu, dua alumni TOT Bahaya Asbes yaitu Purwanto dan Amri Yahya bertindak sebagai pemateri. Mereka menjelaskan karakteristik asbes secara partisipatif melalui sesi diskusi.
Bahkan, panitia menggelar pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman seluruh peserta. Akibatnya, peningkatan pengetahuan pekerja mengenai risiko kesehatan dapat terpantau dengan baik.
Singkatnya, program ini didukung penuh oleh Union Aid Abroad – APHEDA. Selanjutnya, KSPI berkomitmen untuk terus memperjuangkan lingkungan kerja yang bersih dan aman.
(SN-03)