Profil Dr Ir Syahidul Anam SH MH dari ketua PSP menjadi hakim ad hoc PHI

(SPN News) Cikarang, Dr Ir Syahidul Anam SH, MH lahir di Surabaya tanggal 10 november 1966, beliau menghabiskan masa kecilnya di kota itu. Masuk SMP beliau pindah ke kota malam sampai menyelesaikan program D3nya di jurusan politeknik universitas Brawijaya Malang.

Pada tahun 1987 bekerja di PT Kiani di Surabaya dan setahun kemudian dipindah tugaskan ke Jakarta, dan beliau bekerja di PT Kiani sampai dengan tahun 1989.
Tahun 1989 beliau pindah kerja ke PT United Tractor Pandu Engineering sampai sekarang. Tahun 2000 beliau menyelesaikam pendidikan S1 tekniknya di institut Budi Utomo dan mulai mengajar di almamaternya itu sampai sekarang. Beliau mendapatkan gelar Doctornya di institut Budi Utomo ini juga.

Pada tahun 2003 beliau terpilih menjadi ketua PSP SPN PT UTPE dan menjadi Ketua dalam waktu dua periode, begitu terpilih menjadi ketua pada tahun 2003 beliau langsung membeli 11 buku yang berkaitan dengan hukum ketenaga kerjaan dan mulai pada saat itu lah beliau tertarik untuk mendalami pengetahuan tentang hukum.

Tahun 2006 beliau di rekomendasikan oleh DPD SPN DKI Jakarta untuk menjadi hakim ad hoc mewakili SPN, akhirnya walau pun dalam keadaan sakit beliau dapat menyelesaikan semua tahapan seleksi untuk hakim ad hoc dan dinyatakan lulus, pada bulan maret 2006 beliau mendapatkan Kepres untuk menjadi hakim ad hoc, karena di DKI Jakarta hakim ad hocnya sudah ada lima orang beliau akhirnya ditugaskan untuk menjadi hakim di PHI provinsi Banten.

Setelah menjadi hakim beliau merasa malu karena menjadi hakim tetapi dengan gelar Insinyur, akhirnya beliau kuliah hukum di universitas Borobudur dan mendapatkan gelar SH nya 5 tahun setelah menjadi hakim, beliau selalu haus akan ilmu pengetahuan dan selanjutnya mendapatkan gelar S2 hukumnya di universitas yang sama.

Kasus pertama yang beliau tangani sebagai hakim adalah kasus yang melibatkan PSP SPN, disitu beliau merasa prihatin karena melihat ketimpangan pengetahuan tentang hukum material dan hukum formil antara pengurus PSP dangan para pengacara yang mewakili perusahaan dan akhirnya kasus yang seharusnya dapat dimenangkan oleh PSP SPN menjadi kalah oleh sebab kekurang pengatahuan dari para pengurus PSP SPN ini. Maka sejak saat itu beliau senantiasa membuka pintu dan memberikan waktu kepada teman-teman SPN di Serang untuk belajar sehingga hasilnya dapat dilihat sekarang bahwa 90% kasus SPN di PHI dapat dimenangkan oleh SPN kab Serang, maka dari itu beliau juga berharap agar temen- teman SPN di Kab Bekasi dapat melakukan hal yang sama.

Aktivitas beliau sekarang selain menjadi hakim, beliau juga masih bekerja sebagai karyawan di PT UTPE dan menjadi dosen di Institut Budi Utomo, semua aktivitas itu dapat beliau jalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

Harapan beliau adalah kita semua dapat memahami hukum material dan hukum formil dan dapat beracara di pengadilah hubungan industrial dengan baik.

Beliau menikah dengan Alisyah Sugiherningsih dan telah dikaruniai 3 orang putra dan putri yang pertama adalah Muhammad andika firmansyah tahun ini lulus dari ITB yang kedua adalah Muhammada aditya dwi saputra sekarang kuliah di universitas Brawijaya dan yang ketiga adalah Lusi noviana safitri masih duduk di kelas 3 SMU negeri Serang.

Demikianlah profil singkat dari Dr Ir Syahidul Anam SH MH semoga apa yang telah dan masih dilakukan oleh beliau dapat menginspirasi kita semua.

JABAR 6

SERIKAT PEKERJA NASIONAL (SPN) Bangga dan Mendukung Suksesnya "Asian Games ke-18, Jakarta Palembang 2018" Energi Of Asia

KONTRIBUSI KANTOR PUSAT

TOTAL DANA YANG TERKUMPUL

Rp.323.602.000

Untuk lebih detailnya klik.

Arsip