(SPN News) Tangerang, 21 Desember 2016 DPC SPN Kota Tangerang mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Kapailitan yang bertempat di ruang TSM PT Panarub Industry Kota Tangerang. Acara ini diikuti oleh 60 orang peserta dari 17 PSP se-Kota Tangerang dan dihadiri pula oleh pengurus DPC Kota Tangerang. Tujuan dari acara ini agar PSP Kota Tangerang dapat lebih memahami dan mengerti tentang kepailitan agar kedepannya dapat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan yang terburuk dari perusahaan dimana mereka berada.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pertama dari bung Nanang Suryana selaku pengurus DPC Kota Tangerang, sambutan kedua adalah sambutan perwakilan managemen PT Panarub Industry yang disampaikan oleh bapak Robby L Weekes dan sambutan yang terakhir adalah sambutan dari PSP SPN PT Panarub Industry yang disampaikan oleh bung Saparudin yang sekaligus membuka acara pendidikan dan pelatihan ini secara resmi.

Baca juga:  TUNTUT PEMBAYARAN UPAH, RATUSAN BURUH PT SENTOSA UTAMA GARMINDO UNJUK RASA

Selanjutnya acara dipandu oleh narasumber yaitu bapak Iskandar Zulkarnain. Narasumber menyampaikan bahwa penting sekali serikat pekerja mengetahui apa saja yang diperlukan sebelum perusahaan itu mengalami pailit. Keberhasilan serikat pekerja adalah pada saat dapat membela dan mendapatkan hak-hak anggotanya pada saat terjadi kepailitan dan yang paling utama dalam proses ini adalah menyiapkan data-data pekerja seperti foto copy KTP, Kartu Keluarga, BPJS, KTA dan nomer telepon agar tidak terjadi salah faham dan provokasi serta mengetahui keadaan anggota. Narasumber juga menjelaskan apa itu kepailitan dan bagaimana kepailitan itu terjadi.

Dalam menjelaskan materi ini narasumber juga melakukan sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan yang muncul dari peserta adalah apakah sebuah perusahaan yang mengalami kerugian selama 3 tahun berturut-turut dan perusahaan itu berbentuk Tbk dapat mengajukan pailit?. Narasumber menjawab bisa yaitu dengan mendaftarkan ke Pengadilan Niaga. selanjutnya narasumber menyampaikan bagaimana caranya agar pekerja itu tidak tergantung sepenuhnya terhadap perusahaan yaitu dengan menjadi wirausahawan sehingga pekerja memiliki nilai tawar yang tinggi terhadap perusahaan.

Baca juga:  ALOTNYA PERUNDINGAN UMSP DI JAKARTA

Acara pendidikan dan pelatihan ini berakhir pukul 14.30 WIB.

 

Aprilianti/Coed