BOGOR (22/08/2026) — Perjuangan Serikat Pekerja Nasional (SPN) di Kota Bogor mengukir sejarah baru. Pengurus dan anggota PSP SPN PT Unitex resmi mengakhiri masa aktif organisasi mereka. Penutupan ini terjadi menyusul penghentian operasional pabrik tekstil bersejarah tersebut.
Pengurus menggelar acara perpisahan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor DPC SPN Kota Bogor, Jalan Haur Jaya II. Sejumlah perwakilan PSP SPN dari berbagai perusahaan turut menghadiri acara tersebut.
Ketua DPC SPN Kota Bogor, Budi Mudrika, memimpin langsung pertemuan konsolidasi ini. Selain mengurus penutupan administratif, Budi juga memimpin pembahasan agenda strategis ketenagakerjaan.
Operasional Perusahaan Berhenti
Ketua PSP SPN PT Unitex, Lukman, menjelaskan bahwa perusahaan berhenti beroperasi sejak 20 Agustus 2026. Oleh karena itu, masa aktif kepengurusan serikat pekerja di tingkat perusahaan otomatis berakhir.
Akan tetapi, para buruh menganggap peristiwa ini bukan sekadar penutupan kantor. Perjalanan panjang PT Unitex Tbk sejak tahun 1971 melukiskan sejarah besar industri kain di Bogor.
Selanjutnya, keberadaan serikat pekerja selama puluhan tahun berhasil memperjuangkan hak-hak buruh. Bahkan, pengurus mampu menjaga hubungan industrial yang harmonis di lingkungan pabrik.
Menjaga Tali Silaturahmi
Dalam sambutannya, Lukman menerima kenyataan pahit atas penutupan perusahaan ini. Namun demikian, ia meminta seluruh anggota untuk tetap merawat tali silaturahmi.
Lukman menegaskan bahwa penutupan organisasi tidak boleh memutus persaudaraan. “Walaupun operasional perusahaan sudah berakhir, kami berharap hubungan silaturahmi tetap terjalin baik,” ujarnya.
Kemudian, Lukman menyerahkan berita acara penutupan PSP SPN PT Unitex kepada pengurus cabang. Ia juga menyerahkan seluruh atribut serta inventaris organisasi sebagai bentuk tertib administrasi.
DPC SPN Gelar Konsolidasi
Sementara itu, Budi Mudrika memanfaatkan momen ini untuk memperkuat konsolidasi internal. Budi mengajak seluruh pengurus PSP SPN aktif untuk merespons dinamika dunia ketenagakerjaan secara adaptif.
Oleh karena itu, DPC SPN Kota Bogor menyusun beberapa agenda penting:
-
Memperkuat solidaritas antar-PSP SPN se-Kota Bogor.
-
Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pengurus.
-
Mengawal isu-isu ketenagakerjaan strategis secara konsisten.
-
Memperluas keanggotaan SPN di pabrik-pabrik baru.
Tanggapan Tokoh Serikat Pekerja
Ketua PSP SPN PT Citra Abadi Sejati, Dembi, turut memberikan dukungan moral. Menurutnya, perpisahan ini hanya sebatas tingkatan administrasi organisasi semata.
Singkatnya, Dembi mendoakan agar mantan pekerja PT Unitex segera mendapatkan pekerjaan baru. Selain itu, ia berharap SPN terus merangkul lebih banyak perusahaan di Kota Bogor.
Selanjutnya, Ketua PSP SPN PT Coats Rejo Indonesia, Saeful Nawas, memuji rekam jejak PT Unitex. Bahkan, ia menilai PSP SPN PT Unitex merupakan barometer perjuangan buruh di Bogor.
Oleh sebab itu, Saeful menganggap nilai disiplin dan solidaritas PT Unitex sebagai warisan berharga. Akibatnya, generasi penerus serikat wajib mempelajari pengalaman dari kepengurusan senior tersebut.
Senada dengan hal itu, Ketua PSP SPN PT Yogya Bogor Junction, Asep, mengucapkan terima kasih. Asep menegaskan bahwa semangat perjuangan PT Unitex akan terus menginspirasi PSP lain.
Menutup Babak, Membuka Harapan
Singkatnya, penutupan PT Unitex menandai berakhirnya era penting industri tekstil di Bogor. Kendati demikian, peristiwa ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat struktur organisasi SPN.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi penyerahan berkas resmi dan foto bersama. Wajah para pengurus memancarkan optimisme tinggi meskipun harus berpisah secara organisatoris.
Kesimpulannya, masa aktif PSP SPN PT Unitex telah usai. Namun, nilai perjuangan dan silaturahmi antarpekerja akan tetap menyala sepanjang masa.
(SN-28)



