Ilustrasi Inflasi

(SPNEWS) Jakarta, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal memprediksi dengan setiap kenaikan 10 persen BBM akan mendorong inflasi 1,2 persen. Saat ini harga BBM terbaru naik lebih dari 30 persen. Harga Pertalite naik 30,7 persen dan Solar naik 32 persen.

“Kalau Pertalite Solar ini di atas 30 persen dapat sampai 3,6 persen tambahan inflasi,” jelasnya, (4/9/2022).

Dia menuturkan, apabila melihat kondisi inflasi Juli 2022 yang sudah turun dari 4,94 persen menjadi 4,69 persen (yoy), inflasi di bulan-bulan mendatang mungkin terkerek menyentuh 8 persen. Sementara itu, apabila upah atau gaji hanya mengalami kenaikan 1 persen per tahunnya, Faisal melihat akan terjadi penurunan daya beli pekerja.

Baca juga:  FIGHT FOR YOUR RIGHT, NOTHING IMPOSSIBLE

“Inflasi akan lebih tinggi dibandingkan kenaikan upah secara nominal, upah riil akan turun. Artinya daya beli dari pekerja akan turun,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar pada 3 September 2022. Harga Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, sedangkan harga solar subsidi naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Selain itu, pemerintah juga menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.

SN 09/Editor