Ancaman banyaknya pengangguran dan sulitnya masuk kerja ke perusahaan masih jadi masalah serius yang terjadi di Kabupaten Karawang

(SPN News) Karawang, ancaman banyaknya pengangguran dan sulitnya masuk kerja ke perusahaan masih jadi masalah serius yang terjadi di Kabupaten Karawang. Parahnya lagi, meski ribuan perusahaan berdiri justru warga asli Karawang dipersulit untuk bisa masuk kerja.

Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang menggelar rapat bersama perwakilan Apindo, Kadinda dan Forum HRD Karawang. Rapat tersebut membahas rencana program Bapak Asuh. Atau perusahaan menjadi bapak asuh bagi para pelajar tingkat SMA/SMK Karawang. Dikatakan Wabup, minimal perusahaan memiliki 20 anak asuh agar dididik menjadi SDM yang berkompeten dan bersaing.

Baca juga:  ANGGOTA DPR RI KOMISI IX MENDUKUNG CUTI MELAHIRKAN 14 MINGGU

“Tujuannya untuk membantu penekanan angka pengangguran di Karawang. Ini program kemitraan yang ibu bupati sudah setujui,” ujar Kang Jimmy, sapaan akrab Wabup Karawang, usai rapat.

Dari 1.760 industri/pabrik di Karawang, ada 954 industri manufaktur yang akan diwajibkan dalam program Bapak Asuh. Nantinya akan dirumuskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang ditindaklanjuti MoU (Memorandum of Understanding) antara perusahaan dengan pihak sekolah.

“Bayangkan jika 954 industri merekrut 20 siswa/siswi, maka setiap tahun akan ada 19ribuan anak-anak kita yang sudah siap kerja,” kata Wabup.

Sementara, Kepala Disnakertrans Karawang, H. Ahmad Suroto mengatakan konsep ini sedang digodok matang-matang. Program Bapak Asuh ini dikatakannya tidak jauh beda dengan program vokasi magang.

Baca juga:  TANGERANG SIAP GEMPUR JAWA BARAT 

SN 09 dikutip dari berbagai sumber/Editor