​Sudah diagendakan sehari sebelumnya, Gubernur provinsi Banten mengulur waktu untuk menemui perwakilan buruh.

(SPN News) Serang, sesuai dengan kesepakatan hasil rapat kemarin (23/11) di Aula Setda Pemprov Banten, pada 24 November 2017 para pimpinan buruh dari Konfederasi dan Federasi yang ada di Provinsi Banten beserta perwakilan masa aksi mendatangi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, untuk bertemu dengan Wahidin Halim, Gubernur Provinsi Banten.

“di KP3B, yang dibahas hanya itu, kita tidak minta yang lain – lain. intinya, Gubernur mencabut SK dan merevisi UMK 2018 sesuai rekomendasi dari Bupati/Walikota.” Kata Ahmad Saukani, saat dikonfirmasi.

Namun, pertemuan yang sudah di agendakan kemarin untuk bertemu jam 13.00 WIB dengan Gubernur, akhirnya batal. Orang nomor satu di Provinsi Banten berhalangan hadir karena ada agenda penutupan kompetisi Piala Gubernur di Mako Grup 1 Kopassus, Serang, saat ditemui 30 orang Perwakilan buruh untuk bertemu dengannya.

Baca juga:  MENURUT ILO, UPAH MINIMUM HARUS MEMBUAT BURUH SEJAHTERA PERUSAHAAN BERTAHAN

Dari KP3B tidak bertemu Gubernur, para pimpinan buruh pun diarahkan ke rumah dinasnya, “jam 16.15 WIB kita sudah sampai di rumah dinas Gubernur, sampai selesai sholat maghrib beliau belum datang” lanjut Ahmad Saukani menambahkan.

Sekian lama menunggu di rumah dinas, perwakilan buruh hanya mendapatkan info lewat Ajudannya, menyampaikan permohonan maaf, karena ada pertemuan mendesak dengan keluaga. Dari Mako Grup 1 Kopassus, Gubernur langsung balik kanan ke Tangerang.
Ahmad Saukani menerangkan, pertemuan ini akan dijadwalkan ulang 3 hari kedepan untuk bertemu dengan Gubernur. “Melalui ajudannya, di janjikan hari rabu besok (29/11) akan ada pertemuan” tutur Ahmad Saukani.

Kendati demikian, Selaku Ketua DPD SPN Provinsi Banten, berhalangan hadirnya Gubernur dengan apa yang sudah di agendakan. Ahmad Saukani menanggapi, “sesuatu yang bisa diselesaikan segera, itu lebih baik, ketimbang, berpotensi menimbulkan gejolak yang akhirnya berdampak kepada kondusifitas industrial di Banten,” terangnya.

Baca juga:  BURUH KOTA TANGERANG TUNTUT UMK NAIK 25,77 PERSEN

Abdul Munir/Aprilianti/Wibowo/Editor