​Membentuk anggota yang cerdas, tanggap dan profesional dalam hubungan industrial menuju meningkatnya produktifitas kerja

(SPN News) Pemalang, bertempat di Aula wisata pantai widuri, PSP SPN PT S Dupantex pada 30 maret 2018  mengadakan pendidikan dengan mengambil Tema ” Membentuk anggota yang cerdas tanggap dan profesional dalam hubungan industrial menuju produktifitas kerja”. Dalam kesempatan ini hadir Ketua DPD SPN Provinsi Jawa Tengah Bowo Leksono, Kadis Penanaman Modal Satu Pintu Terpadu dan Naker Kabupaten Pekalongan yang diwakili Eko Mazaya, BPJS Ketenagakerjaan  yang diwakili bidang pemasaran Arif Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan Ali Sholeh beserta beberapa pengurus lainnya dan 672 anggota PSP SPN PT S Dupantex.

Baca juga:  TERDUGA SATPAM PELAKU PEMUKULAN BELUM DISANKSI, SPN AKAN GELAR AKSI UNJUK RASA

Ketua PSP SPN PT S Dupantex Akhir Prasetyo menyampaikan ini adalah moment konsolidasi antara pengurus dan anggota agar semakin solid. Mengapa temanya adalah membentuk anggota yang cerdas tanggap dan profesional dalam hubungan industrial menuju produktifitas kerja, karena anggota SPN adalah sebagai pekerja, agar selalu mengimbangi kewajiban dan hak pekerja sehingga terjalin hubungan industrial yang harmonis..Dengan berserikat kita akan mempunyai bergaining sehingga menjadi pekerja yang bermartabat.

Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan Ali Soleh dalam sambutannya menyampaikan kami memberikan apresiasi kepada anggota SPN PT S Dupantex yang berinisiatif mengadakan agenda ini. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih terutama terkait teknologi mesin sehingga berdampak pengurangan tenaga kerja. Contoh mesin sepuluh bisa dipegang satu orang pekerja. Ini adalah tantangan berat bagi serikat pekerja.

Baca juga:  DIUSIR DARI BARAK, PULUHAN PEKERJA PT CITRA AGRO KENCANA TERLANTAR

Sementara Ketua DPD SPN Provinsi Jawa Tengah Bowo Leksono menyampaikan dengan agenda semacam ini adalah sarana membangun konsolidasi dengan anggota sehingga soliditas semakin kuat, tetapi jangan lupa tetap pegang profesionalisme sebagai pekerja dalam membangun hubungan industrial yang baik dengan pengusaha.

Mas ud Jateng 1/Editor