MOROWALI (16/08/2026) — Sekitar 1.000 massa Serikat Pekerja Nasional (SPN) Morowali menggelar aksi di depan gerbang PT IMIP. Para buruh membawa 12 tuntutan utama dalam aksi tersebut.

Terik matahari yang menyengat membuat sebagian massa berteduh di bawah pohon dan warung sekitar. Pemandangan sederhana ini menyimpan pesan penting bagi perlindungan buruh.

Panas ekstrem bukan sekadar persoalan kenyamanan fisik. Bagi pekerja, paparan panas menyangkut masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Paparan panas berlebih dapat memicu dehidrasi dan kelelahan berat. Selain itu, kondisi ini berisiko menyebabkan heat stroke serta menurunkan produktivitas.

Oleh karena itu, perubahan iklim harus disikapi sebagai persoalan dunia kerja. Kawasan industri wajib memperkuat perlindungan pekerja dari risiko cuaca ekstrem.

Baca juga:  SPN Morowali Berbagi Sembako di Kepulauan Sambori

Selanjutnya, perusahaan perlu menyediakan fasilitas air minum dan ruang istirahat memadai. Pengaturan waktu kerja dan istirahat juga harus disesuaikan dengan risiko iklim.

Sementara itu, konsep Just Transition menekankan pentingnya aspek kemanusiaan. Industri hijau harus memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja tetap terlindungi.

Hari ini, rindangnya pohon menjadi tempat berteduh sementara bagi para buruh. Akan tetapi, perlindungan kerja tidak boleh terus bergantung pada alam.

Singkatnya, kebijakan K3 harus menjadi bagian utama dari tanggung jawab industri. Perusahaan wajib mengintegrasikan mitigasi risiko iklim ke dalam aturan kerja.

Investasi boleh berkembang dan industri dapat terus tumbuh pesat. Namun, keselamatan serta kesehatan pekerja tidak boleh dikorbankan.

Baca juga:  KONTRAK KERJA BERMASALAH, PSP SPN PT IMIP LAKUKAN PEMBELAAN

(SN-03)