JAKARTA (19/06/2026) – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar workshop perencanaan dan implementasi kampanye media sosial. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 18–19 Juni 2026.

Selain itu, Danish Trade Union Development Agency (DTDA) memberikan dukungan penuh terhadap agenda penting ini. Peserta kegiatan melibatkan kader perempuan serta pekerja muda dari berbagai afiliasi serikat pekerja. Sementara itu, Tim Media Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) juga turut menghadiri acara tersebut.

Memperkuat Kapasitas Komunikasi Buruh

Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi gerakan pekerja. Selanjutnya, langkah ini menjadi strategi menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. Transformasi terjadi akibat perubahan teknologi, transisi energi, dan peralihan menuju ekonomi hijau.

Oleh karena itu, pekerja wajib menjadi subjek utama dalam setiap pengambilan keputusan. Pekerja tidak boleh hanya menjadi pihak yang menerima dampak buruk dari perubahan.

Kemudian, para peserta menerima berbagai materi penting selama dua hari pelaksanaan workshop. Mereka mempelajari konsep transisi berkeadilan serta strategi komunikasi digital secara mendalam. Bahkan, pemateri juga membagikan teknik penyusunan pesan kampanye dan pengelolaan konten media sosial.

Baca juga:  Carol Beaumont Bersama KSPI dan Partai Buruh Bahas Penguatan Pengorganisasian di Jakarta

Akibatnya, peserta kini mampu membangun narasi yang menjangkau publik secara lebih luas. Mereka juga langsung menyusun rencana kampanye yang relevan dengan isu ketenagakerjaan di sektor masing-masing.

Peran Strategis Perempuan dan Pekerja Muda

Pihak panitia memilih perempuan dan pekerja muda sebagai kelompok sasaran utama. Hal ini karena mereka memiliki peran sangat strategis. Mereka akan membangun masa depan gerakan buruh yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Akan tetapi, dua kelompok ini sering menjadi pihak yang paling rentan terdampak perubahan pasar kerja. Singkatnya, mereka justru memiliki potensi besar sebagai agen perubahan untuk memperjuangkan kebijakan yang adil.

Workshop ini sekaligus menegaskan pentingnya pemanfaatan ruang digital. Sekarang, media sosial menjadi instrumen perjuangan baru bagi gerakan buruh. Oleh karena itu, buruh harus menguasai teknologi digital secara optimal.

Baca juga:  SERIKAT PEKERJA NASIONAL (SPN) BEKERJA SAMA DENGAN SETCa BBTK GELAR KEGIATAN EXCHANGE ORGANIZERS UNTUK TINGKATKAN DENSITAS.

Selama ini perjuangan pekerja identik dengan aksi massa dan advokasi kebijakan. Namun, media sosial kini tidak kalah penting untuk membangun kesadaran publik. Selanjutnya, ruang digital bermanfaat luas untuk memperluas solidaritas dan menyuarakan aspirasi pekerja.

Mewujudkan Ekonomi Hijau yang Adil

Melalui penguatan ini, KSPI berharap kader serikat pekerja mampu mengangkat isu transisi berkeadilan secara efektif. Langkah tersebut akan mendorong lahirnya kebijakan yang melindungi hak-hak pekerja.

“Transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon harus berlangsung secara adil. Proses ini wajib menjamin pekerjaan layak, perlindungan sosial, dan partisipasi aktif pekerja,” ujar perwakilan panitia workshop.

Akhirnya, kegiatan nyata ini memastikan agenda transisi berkeadilan tidak meninggalkan siapa pun. Oleh karena itu, semua kelompok pekerja harus terlibat aktif merancang masa depan dunia kerja yang inklusif.

(SN-03)