Ilustrasi UMK

Gubernur Wahidin sebut 800 industri di Banten bangkrut dihantam pandemi covid-19

(SPNEWS) Serang, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan ada 800 dari 16 ribu industri di wilayahnya yang mengalami kebangkrutan dihantam pandemi COVID-19. Kebanyakan mereka mengalami kesulitan khususnya di industri padat modal.

“Dari 16 ribuan, yang sudah bangkrut sekitar 800. Yang bangkrut adalah yang padat modal,” kata Wahidin di Serang, (26/11/2020).

Industri padat modal ini kebanyakan adalah pabrik sepatu yang memiliki banyak karyawan. Mereka menurut gubernur sudah kesulitan ekspor dan kesulitan menjual hasil produksinya.

“Sekarang sepatu mau jual kemana? Ke dalam negeri tidak ada yang beli. Produk ekspor ini terganggu, termasuk juga kondisi masyarakat daya beli turun, kemampuan membeli produk semakin turun,” ujarnya.

Baca juga:  BURUH SIAPKAN AKSI BESAR 10 OKTOBER 2018

Untuk itu, Pemprov memutuskan hanya menaikkan UMK Kabupaten/Kota di angka 1,5 persen. Karena pilihan itu adalah kesepakatan antara dewan pengupahan, pakar, Apindo dan serikat pekerja. Keputusan juga mempertimbangkan kondisi ekonomi dan industri yang terpukul karena Corona.

“Boleh (buruh) minta, tapi kondisi Banten ini tinggal pilih, mau nganggur atau kerja, mau bangkrut? Sebenarnya lumayan gaji karyawan kita menyentuh Rp 4 jutaan,” ujarnya.

Dia berharap buruh bijak mempertimbangkan kondisi ekonomi sekarang. Selain memukul industri sampai bangkrut, karyawan yang di-PHK juga semakin banyak.

“Tolong diingatkan, buruh jangan terus protes juga pertimbangkan dengan kondisi Banten yang memang begitu banyak industri yang terkena dampak begitu. Banyak orang di-PHK segala, masih untung kita masih dipekerjakan walaupun (gaji) tidak naik,” ujarnya.

Baca juga:  TERKENDALA KEUANGAN, UPAH PEKERJA PT KWANGLIM YH SUBANG DISEPAKATI DICICIL

SN 09/Editor