SPN News) Tangerang, 8 Desember 2016 Komite Perempuan Provinsi Banten mengadakan Membership meeting yang bertempat di Meeting Room Yellow Bee Hotel Kota tangerang. Acara ini dihadiri oleh 38 orang perwakilan komite perempuan Se-provinsi Banten, yakni dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang. Sebelum acara dimulai Pengurus Komite Perempuan Propinsi Banten mengadakan bazar yang mana hasil dari bazar tersebut dimasukan dalam kas komite Perempuan Provinsi Banten. Hadir pula Ibu Darlina Sihombing dan ibu Erlina subadijah dari DPP SPN, Ketua DPD SPN Provinsi Banten bapak Ahmad Saukani berserta jajarannya. Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengurus perempuan sebagai upaya untuk menguatkan SPN secara keseluruhan.

Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB dibuka oleh saudari Winingsih selaku pembawa acara dan membacakan susunan acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia raya dan diteruskan dengan sambutan dari Ketua DPD  SPN Banten Bung Saukani, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dengan diadakannya Membership Meeting ini semoga bisa menelurkan atau melahirkan perempuan perempuan yang kuat dan berpotensi serta belajar lebih spesefik lagi dalam berorganisasi dalam mengetahui hak hak tentang perempuan dan dapat membela diri sendiri juga anggotanya tanpa harus berkata kata  dengan frontal. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars SPN.

Baca juga:  BERSINERGI DENGAN PERBEDAAN DAN BERPADU DALAM KEBERAGAMAN MENUJU OPTIMALISASI PILAR ORGANISASI

Acara dilanjutkan oleh bapak Yohanes Saman dari DPD SPN Banten yang mengisi materi tentang Peran Fungsi dan Tugas pengurus perempuan dalam organisasi. Disini beliau menyampaikan tentang apa saja tantangan, hambatan dan peluang bagi pengurus perempuan. Dalam hal ini bapak Yohanes bertanya kepada peserta tentang apa saja tantangan yang sering dihadapi oleh pengurus perempuan yakni salah satunya adalah susahnya memberikan pemahaman kepada anggota tentang pentingnya berorganisasi serta fungsi berorganisasi. Hambatan pengurus perempuan adalah belum terciptanya kuota 30% perempuan dalam berorganisasi yang sebenarnya telah diatur dalam AD/ART SPN. Peluang menjadi pengurus Perempuan salah satunya adalah penguatan anggota dengan mewujudkan kesejahteraan anggotanya dan bisa mengadvokasi anggota.

Sesi kedua dari membership meeting ini adalah materi tentang Maternitas yang disampaikan oleh dr Tika Fitria dari klinik Kokit Medika yakni “Mengenal Kanker Payudara”. Lebih lanjut  beliau menyampaikan bahwa bagaimana cara mengegetahui urutan stadium kanker, jenis pemeriksaan yang bisa dilihat dari fisik, radiolog dan scan tulang. Ini dapat dilakukan pada waktu sebaiknya 7 sampai 10 hari setelah hari pertama masa haid. Tema selanjutnya adalah”Kanker Leher Rahim dan Pencegahannya, Kanker  Serviks  atau leher rahim adalah daerah yang menghubungkan rahim uterus, vagina dan manivestasi yang hasil akhir adalah HPP Virusnya. Gejala kanker servik adalah pendarahan yang tidak normal, kelainan pada vagina, dan gejala lain seperti  nyeri panggul dan kaki.

Baca juga:  MK MENOLAK UJI MATERI PASAL 172 UU NO 13/2003

Kemudian lanjutkan oleh saudari Dewi Maryani menjelaskan tentang apa saja hak hak pekerja perempuan dan kewajiban buruh perempuan dengan sesi permainan untuk lebih meningkatkan lagi pengetahuan dan daya ingat buruh perempuan tentang hak hak buruh perempuan. Lalu dilanjutkan dengan ibu Rukati yang menyampaikan bagaimana menumbuhkan motivasi buruh perempuan dengan mengerjakan tugas kelompok yang isinya tentang apa saja halangan di organisasi, hambatan dari keluarga dan masyarakat serta hambatan di tempat kerja. Sesi terahir di hari pertama diisi oleh ibu Erlina subandijah Ketua Komite Perempuan Nasional, beliau menyampaikan tentang apa itu Komite Perempuan (KP) dan bagaimana Komite Perempuan (KP) itu lahir. Dan Komite perempuan ini adalah bagian dari organisasi bukan organisasi di dalam organisasi SPN. Tujuan dari KP selain ingin mencetak kader-kader pengurus perempuan juga untuk membesarkan SPN secara keseluruhan.

 

Apriliati/Coed