Siaran Pers

WageIndicator Foundation luncurkan perhitungan Upah Layak dari 165 negara

Amsterdam, 1 Mei 2024 – Pada 1 Mei 2024, WageIndicator Foundation mempublikasikan perhitungan Upah Layak dari 165+ negara di situs web WageIndicator, sehingga data upah layak dapat diakses semua orang. Upaya ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan penting yang dihadapi banyak pihak: kurangnya data Upah Layak per wilayah yang terkini dan gratis dalam skala global. Menghapus hambatan ini dapat mendukung negosiasi gaji dan perundingan kolektif, dan mewadahi penerapan Upah Layak di berbagai tempat, terutama dalam rantai pasok global. Perhitungan Upah Layak yang diperbarui tiap tahunnya ini tersedia dalam bahasa dan mata uang lokal.

Menciptakan Transparansi Pasar Tenaga Kerja

WageIndicator berkomitmen untuk meningkatkan transparansi pasar tenaga kerja. Data Upah Layak yang dipublikasikan ini membuat akses terhadap data menjadi setara, mendukung pekerja, pengusaha, mitra sosial, peneliti, dan pemerintah agar dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang benar. Publikasi Upah Layak ini juga sejalan dengan prinsip Organisasi Perburuhan Internasional mengenai perhitungan Upah Layak, yang mensyaratkan adanya ketersediaan perhitungan, data, dan metodologi yang tepat waktu dan terbuka untuk publik.

Membayar Upah Layak tak hanya menguntungkan pekerja dan pengusaha, tetapi juga langkah penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Bagi perusahaan, hal ini semakin menjadi bagian penting dari laporan pertanggungjawaban sosialnya, seperti yang tertera dalam Pedoman Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan di Eropa (CSRD).

Upah Layak dalam Penerapannya

Di atas: Contoh data upah layak untuk Nairobi, Kenya di Mywage.org/Kenya

Ketika mengakses data di salah satu website negara kami, pengunjung dapat memilih wilayah pilihannya untuk mengetahui perhitungan Upah Layaknya. Metodologi WageIndicator menggunakan perhitungan berdasarkan data harga barang dan jasa yang dibutuhkan untuk standar hidup layak bagi seorang pekerja dan keluarganya. Data seperti ini menjadi penting, sebab di banyak negara, besaran Upah Minimum lebih rendah dari perhitungan Upah Layak WageIndicator. Per April 2024, hanya 26 negara saja yang Upah Minimum nasionalnya lebih tinggi dari perhitungan Upah Layak WageIndicator, seperti yang terlihat di bawah ini.

Baca juga:  SKALA UPAH PT IMIP DINILAI TIDAK SESUAI KETENTUAN, PEKERJA DIRUGIKAN

Database Upah Layak WageIndicator diakui oleh IDH (Inisiatif Dagang Hijau) dan digunakan oleh B-Lab dalam proses sertifikasi B-Corp-nya.

Memelopori Transparansi Data Publik

WageIndicator adalah organisasi pertama yang memulai perhitungan Upah Layak global yang dapat diakses secara bebas oleh semua orang. Data Upah Layak yang dipublikasikan ini adalah data terbaru dari berbagai macam database global WageIndicator, seperti database Upah Minimum, Gaji, Hukum Ketenagakerjaan, dan Perundingan Kolektif.

Menandai peristiwa ini, Pauline Osse, Co-Founder dan Global Lead Tim Upah Layak WageIndicator, mengatakan, “Publikasi data Upah Layak ini adalah puncak dari kerja keras kami selama 25 tahun. Ketika Wageindicator meluncurkan fitur cek gaji pada tahun 2000, tujuan kami waktu itu memastikan setiap orang mengetahui besaran pendapatan yang sekiranya diperoleh. Dengan mempublikasikan perhitungan Upah Layak ini, kami berupaya menghapus satu hambatan penting dalam negosiasi upah, yang harapannya dapat memastikan anda, teman kerja anda, atasan anda, seorang sopir truk, pengasuh anak anda dan pengusaha dan serikat pekerja dapat terlibat dalam negosiasi berbasis informasi, sehingga menciptakan dunia kerja yang lebih adil untuk semua.”

Kehadiran data Upah Layak WageIndicator sebagai barang publik tidak akan mungkin ada tanpa dukungan dari para penyandang dana, yang diantaranya adalah IKEA, Schneider

Baca juga:  UMSK BATAM MENGGANTUNG GAK JELAS

Electric, dan Unilever (sebagai Mitra), The Hershey Company dan PMI (sebagai Sponsor), dan Fairphone dan DSM-Firmenich (sebagai Pendukung), dan pihak lainnya.

Data Upah Layak WageIndicator hingga kini dioptimalkan dan dikelola oleh upaya bersama dari ratusan pengumpul data seluruh dunia, termasuk universitas dan lembaga penelitian seperti the Central European Labour Studies institute (CELSI) di Slovakia; the Central European University di Austria; FLAME University dan the Indian Institute of Management, Ahmedabad, di India; the University of Utrecht dan Erasmus University Rotterdam di Belanda; dan Masaryk University di Ceko.

Pada 2 Mei 2024, WageIndicator akan mengadakan webinar peluncuran untuk mengenalkan database Upah Layak serta cara penggunaannya. Untuk bergabung dalam acara ini, silakan mendaftar di website WageIndicator.

Untuk jurnalis:

Informasi tambahan: