Mewujudkan tempat kerja yang aman, nyaman dan kondusif

(SPN News) Jepara, Management PT Parkland World Indonesia 3 Jepara ( PT PWJ) bersama Serikat Pekerja dalam hal ini PSP SPN PT PWJ dan SP lain mengadakan kampanye tentang anti pelecehan dan kekerasan di pintu masuk karyawan PT PWJ pada (11/9/2019). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dan bertujuan untuk menginformasikan kepada seluruh karyawan terkait anti pelecehan di tempat kerja baik itu pelecehan verbal, fisik, psikologis maupun seksual agar tercipta suasana nyaman di tempat kerja.

Tindakan pelecehan dan kekerasan adalah perilaku yang tidak bisa diterima serta merendahkan yang membuat sesorang merasa dipermalukan, diintimidasi serta sangat tidak nyaman. Pelecehan verbal atau ucapan bisa berupa ucapan yang merendahkan, panggilan yang menghina, berteriak dengan bahasa kasar, mengumpat dan memaki-maki. Pelecehan fisik bisa berupa tendangan, tamparan, melempar sepatu, melempar barang, mendorong dan menganiaya. Pelecehan psikologis berupa menyindir pekerja apabila tidak mencapai target, mengintimidasi pekerja, meminta pekerja berdiri selama 15 menit apabila tidak berangkat bekerja 1 hari sebelumnya. Pelecehan seksual berupa memeluk, memegang bagian yang sensitif, memandang dengan pandangan menggoda, mengirimkan pesan dengan konten pornografi, mencium, menepuk pinggang atau pantat.

“Kami management meminta maaf dan berkomitmen untuk menindak tegas pelaku pelecahan dan kekerasan, tidak pandang bulu, jangan takut untuk melapor”, kata KY Park selaku General Manager PT PWJ.

Pihak perusahaan memberikan kemudahan dalam melapor adanya tindakan pelecehan dan kekerasan dengan melalui komunikasi secara langsung ke HRD dan SEA departemen atau melalui aplikasi komunikasi perusahaan serta dapat menghubungi nomor bebas pulsa yang telah disediakan. Dan juga adanya kerahasiaan nama pelapor sebagai wujud perlindungan.

Sementara itu Sutaryo Ketua PSP SPN PT PWJ berharap akan ada perubahan setelah adanya kegiatan ini.

“semoga kedepannya di perusahaan kita ,tidak ada lagi yang namanya pelecehan di tempat kerja”, ujarnya.

SN 12/Editor