Jenewa – Dua pengurus Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang masih berada di Jenewa hingga tanggal 29 November 2025, Swiss. Mereka mengikuti pelatihan “International Advocacy Trajectory Training” yang diselenggarakan FNV Mondial. Puluhan serikat pekerja dari berbagai negara turut hadir.

“Kami belajar cara berjuang lebih cerdas. Kami gunakan data kuat dan sambungkan langsung ke PBB serta ILO,” kata salah satu peserta SPN, Rabu (26/11/2025).

Ia menegaskan, masalah upah layak, kebebasan berserikat, dan jaminan sosial di Indonesia sama dengan masalah buruh di negara lain. “Solidaritas global bukan pilihan lagi. Itu wajib,” tegasnya.

Pelatihan ini mengajarkan cara memanfaatkan laporan ILO dan mekanisme PBB. Peserta juga belajar membangun aliansi lintas negara. SPN kini punya senjata baru untuk tekan pengusaha dan pemerintah soal living wage serta dialog tripartit.

Baca juga:  Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Jawa Tengah 2025 Mendorong Advokasi Hak Pekerja Perempuan

Yang paling berharga? Jaringan baru. “Kami bertukar pengalaman langsung dengan buruh Eropa, Afrika, dan Amerika Latin. Banyak trik sukses yang bisa kami tiru,” ujar Intan Indria Dewi, delegasi SPN.

SPN ingin kader-kadernya rutin ikut pelatihan seperti ini. “Kami harus bawa suara buruh Indonesia ke meja dunia. Bukan cuma di dalam negeri,” tutupnya.

(SN-20)