Ilustrasi

PT Cianjur Alam Utama dan Pengawas Ketenagakerjaan tidak hadir dalam undangan mediasi pemda Kabupaten Cianjur

(SPNEWS) Cianjur, pada (14/6/2021) dijadwalkan audensi ketiga antara PT Cianjur Alam Utama (CAU) dengan Serikat Pekerjaan Nasional Kabupaten Cianjur, namun audensi untuk ke tiga kalinya ini tidak sesuai dengan yang diharapkan karena manajemen PT CAU dan Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) mangkir dari undangan audiensi. Padahal undangan audiensi tersebut sebelumnya telah dijadwalkan pemerintah daerah melalui Asda II yang menjabat PJ Sekretaris Daerah.

Kaban Kesbangpol Cianjur Dadan Ginanjar mengungkapkan, kekecewaannya usai beberapa pihak tidak datang dalam acara audensi yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan buruh di PT CAU.

“Saya merasa kecewa, geram prihatin, kesal, jengkel dan merasa tidak dihargai dengan tidak hadirnya pihak perusahaan PT CAU dan Wasnaker,” ujarnya di temui di Balai Prayoga Pancaniti Pendopo Cianjur.

Baca juga:  SPN KABUPATEN SEMARANG TOLAK OMNIMBUS LAW RUU CIKA

Dadan berujar, pihaknya akan melakukan panggilan kembali kepada pihak-pihak yang terlibat di audensi sebelumnya.

“Kita akan lakukan panggilan lagi maksimal hari kamis, bila perlu bupati yang akan menandatangani surat panggilan,” tegasnya.

Sementara Ketua DPC SPN Kabupaten Cianjur Hendra Malik, menyesalkan sikap manajemen PT CAU yang mangkir dari undangan audiensi tersebut.

“Ini sangat memalukan sekali, karena jelas yang mengundang juga Asda II Kabupaten Cianjur, minimal mereka menghargai karena membuka perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Selain itu Hendra juga menyayangkan Pengawas Wasnaker yang tidak hadir dalam acara tersebut.

“Padahal ini jelas ada yang harus diluruskan, mereka punya tanggung jawa besar dalam perundingan kali ini. Tapi dari Jam 9 sampai pukul 11 baik perusahaan, atau pun Wasnaker belum terlihat sama sekali batang hidungnya,” ungkapnya.

Baca juga:  SPN PEDULI LINGKUNGAN : “GEBER“ Gerakan Bersih Nikomas

Malik menjelaskan, audiensi ini merupakan yang ketiga kalinya tanpa ada hasil kesepakatan atau benang merah dari apa yang menjadi tuntutan buruh.

“Tapi mereka memang kelihatan ngeyel. Ini harus di desak oleh Pemda Cianjur, bagaimana melakukan penegasan, atau bila perlu nanti kita yang akan datang, kalau mereka tidak mau datang kesini. Kita yang akan datang ke perusahaan,” tandasnya.

SN 09/Editor