Bersama Komite Perempuan (KP) Serikat Pekerja Nasional (SPN) membentangkan sayap perjuangan untuk mewujudkan dunia kerja yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan berbasis gender.

(SPNEWS) Tangerang, bertempat di Gedung MUI Kota Tangerang yang beralamat di Jl. Satria-Sudirman RT 001/ RW 001, Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang pada (16/09/2022) DPD SPN Provinsi Banten bersama Komite Perempuan (KP) Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang ada di Provinsi Banten menyelenggarakan peringatan HUT KP SPN Banten yang ke 7. Acara ini dihadiri juga oleh Kepala dinas kota Tangerang, Izzah Inzamliyah dari Solidarity center, Djoko Heryono, S.H. selaku Ketua Umum SPN, Sumiyati selaku Ketua Komite Perempuan Nasional, Intan Indria Dewi, S.M, selaku Ketua DPD SPN Provinsi Banten, Fitri Maysuri, S.H, selaku Ketua KP SPN Banten, seluruh Ketua DPC SPN di provinsi Banten, dan juga peserta dari seluruh PSP yang ada di wilayah Provinsi Banten.

Baca juga:  2,3 JUTA BURUH ANAK INDONESIA RENTAN KEKERASAN & EKSPLOITASI

Intan sebagai Ketua DPD SPN Provinsi Banten merasa bangga sekaligus bahagia karena bisa bersama merayakan kembali HUT KP SPN Banten setelah tahun lalu tidak berkesempatan merayakannya.

“Dengan mengundang 200 orang dari seluruh PSP yang ada di wilayah Provinsi Banten bukan hanya sekedar untuk euforia belaka, namun disini ada visi yang ingin disampaikan bahwa kita memiliki mimpi untuk mewujudkan sebuah dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan berbasis gender” ujarnya.

Intan mengajak kepada seluruh perangkat dan peserta yang hadir untuk merasa memiliki terhadap KP SPN Banten, karena KP SPN Banten bukan hanya sekedar sayap organisasi biasa, namun merupakan sebuah motor yang mampu untuk membawa kebangkitan Serikat Pekerja Nasional untuk lebih maju lagi.

Baca juga:  PELEMAHAN RUPIAH BERDAMPAK PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI JAWA TENGAH

Setelah opening ceremony berakhir kemudian dilanjutkan dengan seminar sosialisasi zona aman dari kekerasan dan pelecehan berbasis gender, kreativitas dari masing masing Komite Perempuan Cabang, dan juga penilaian lomba design dengan tema maternitas dan Gender Based Violence.

 

SN 02/Editor