​(SPN News) Kalimantan Timur, 19 Agustus 2017Keberhasilan Kornelis Wiriyawan Gatu, Ketua DPD SPN Provinsi kalimantan Timur dalam menangani kasus yang menimpa 14 pekerja Indonesia di perkebunan kelapa sawit yang dibuang di Sukau Kinabatangan Malaysia, menjadi ketertarikan bagi Malaysia Trades Union Congress (MTUC) mengundang dirinya datang ke forum MTUC Pusat bertempat di Wisma MTUC, Subang Jaya, Selangor Malaysia 15 Agustus 2017 untuk melakukan diskusi kasus yang sudah selesai dia tangani.

“Dalam rangka diskusi kasus yang saya tangani di Sukau Kinabatangan, Malaysia Timur, jadi kebetulan MTUC ada agenda training untuk para pimpinan serikat pekerja di bawah naungan MTUC dari berbagai wilayah yang ada di Malaysia, untuk membahas isu tentang buruh migran yang bekerja di Malaysia secara keseluruhan” ungkap Kornelis.

Pada kesempatan diskusi ini, Ketua DPD SPN Kaltim menuturkan, bahwa sebenarnya masalah buruh migran Indonesia yang ada di Malaysia mempunyai permasalahan sangat kompleks sekali. Dan ini membutuhkan kerjasama antara Serikat Pekerja (SP) yang ada di Malaysia, termasuk MTUC dan lain-lain, untuk lebih konsen atau fokus pada Campaingn atau propaganda bagaimana buruh migran ini mendapat perlindungan.

Baca juga:  SPN MOROWALI BENTUK TIM KAJIAN DAN BAHAS RAPELAN UPAH

Menurutnya, bahwa peraturan undang-undang tenaga kerja di Malaysia tidak hanya fokus memberikan perlindungan terhadap para pekerja lokal yang ada di Malaysia, tapi juga buruh migran di berikan kesempatan. “Di berikan hak yang sama untuk mendapatkan perlindngan yang di atur dalam undang-undang Labour Ordinance Sabah (LOS) dan Labour Ordinance Serawak (LOS), di dalamnya itu juga di wajibkan dalam peraturan departement tenaga kerja di Malaysia mewajibkan kepada pengusaha untuk memberikan asuransi kepada pekrja asing di Malaysia” jelas Kornelis mengatakan.

“Bahwa dengan apa yang sudah saya lakukan di Malaysia Timur itu bisa menjadi proses pembelajaran, bagaimana melindungi buruh migran yang ada disana” lanjut Ketua DPD SPN Kaltim menegaskan.

Dari Hasil pertemuan diskusi dengan forum MTUC, pihak MTUC sangat tertarik untuk membangun kerjasama dengan aktivis buruh Serikat Pekerja/ Serikat Buruh (SP/SB) yang ada di Indonesia untuk membantu melakukan proses kampanye terhadap buruh migrant Indonesia yang ada di Negara Malaysia, karena mereka sangat kesulitan sekali untuk melakukan kampanye dan memberikan penyadaran untuk berserikat juga sarana komunikasi yang terbatas dan akses ke lapangan dengan daerah yang sulit, Karena Dari total sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Sabah Malaysia, ada 70 % pekerja migran Indonesia.

Baca juga:  RUU CIPTA KERJA BERPOTENSI KEMBALI KE ZAMAN ORDE BARU

Kampanye yang sudah dilakukan hanya oleh Sabah Plantation Industry Employees Union (SPIEU) yang memang fokus seperti SPN di Kalimantan Timur, fokus di sektor perkebunan kelapa sawit. “Jadi ada kesamaan sektor, bahkan SPIEU berharap suatu saat ada kerjasama dengan SPN yang ada di Indonesia”. Imbuhnya.

“Dan saya menyampaikan, silahkan kalau mau ke Jakarta, datang ke DPP SPN bertemu dengan pimpinan umum kami di Jakarta. Kalau sudah ada persetujuan, memudahkan kita untuk melakukan kampanye, sementara mereka sangat antusias sekali untuk bisa membangun atau menjalin kerja sama antara SPIEU dengan SPN yang ada di Indonesia” tambah Kornelis.

Karena mereka masih memiliki beberapa agenda yang cukup padat, sekitar bulan September atau Oktober baru akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu dan  bicara dengan Pimpinan SPN yang ada di DPP dan sebelumnya juga Sekretaris Jenderal SPIEU Sabah sudah pernah berkomunikasi langsung dengan Ramidi Abdul Majid, Sekretaris Umum DPP SPN, tinggal menunggu tindak lanjut di bangun komitmen kerja sama.

Munir Banten2 narasumber Kornelis WG/Coed