Select Page

MOMENTUM MAYDAY

MOMENTUM MAYDAY

(SPN News) Jakarta, (14/4/2016) MayDay adalah Momentum perjuangan Gerakan Buruh Dunia, di Indonesia dalam memperingati MayDay sangat Kontra Produktif karena masih ada yang belum memahami secara utuh, untuk 1 Mei dijadikan hari libur Nasional saja memerlukan perjuangan yang panjang hingga detik-detik akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru diputuskan 1 Mei menjadi hari libur Nasional. Tetapi sangat disayangkan masih ada saat Peringatan MayDay pelaksanaannya tidak menunjukan jati diri sebagai bentuk dari Perjuangan Gerakan Buruh melainkan karena hari libur Nasional pelaksanaannya menjadi perayaan wisata, sementara ketidakadilan dan permasalahan ketenagakerjaan makin hilang issuenya karena didendangkan lagu-lagu yang semuanya membuat terlena serta ditambah doorprize yang menjanjikan. Inilah fakta dan realita yang tidak bisa kita pungkiri, padahal kalau kita semua menyadari betapa pentingnya sebuah Perjuangan dan Gerakan buruh untuk disuarakan di dalam Peringatan 1 Mei karena sebagai simbol Perjuangan dan Gerakan Buruh se-Dunia.

Sebagai Ketua Umum DPP SPN saya menghimbau sekaligus mengajak mari kita suarakan dan buktikan bahwa perjuangan dan issue masalah Ketenagakerjaan yang sampai hari ini masih terus berjalan harus kita hadapi dan terus kita perjuangkan agar semangat juang tetap berkobar, maka issue yang harus disuarakan adalah : CEGAH DISKRIMINASI DAN KRIMINALISASI, BERIKAN UPAH YANG LAYAK, PERBAIKI PELAYANAN BPJS KESEHATAN, HAPUS OUTSCORCHING DAN ANGKAT PEKERJA KONTRAK, CABUT PP NO 78 TAHUN 2015, TOLAK UPAH KHUSUS, TEGAKAN HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN BENTUK DESK PIDANA KETENAGAKERJAAN.

Semoga dengan Momentum MayDay daya juang Pekerja/Buruh semakin tinggi.

 

Iwan Kusmawan SH/COED

KONTRIBUSI KANTOR PUSAT

TOTAL DANA YANG TERKUMPUL

Rp.323.602.000

Untuk lebih detailnya klik.

Arsip