BOGOR (21/08/2026) — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar kegiatan pelatihan kepemimpinan. Acara ini khusus menyasar pekerja perempuan dan buruh muda.

Kegiatan berlangsung di Pondok Kapilih Resort & Camp, Pancawati, Bogor. Pelatihan ini berjalan sejak Kamis (20/08/2026) hingga Sabtu (22/08/2026).

Panitia mengemas acara dalam bentuk perkemahan edukatif di alam terbuka. Oleh karena itu, peserta dapat belajar sambil membangun kekompakan tim.

Metode ini efektif membentuk mentalitas yang tangguh. Selain itu, peserta juga melatih kedisiplinan diri selama kegiatan.

Sebanyak 70 peserta hadir dalam acara ini. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai federasi afiliasi KSPI. Federasi tersebut meliputi SPN, FSPMI, Farker KSPI, FSP Aspek Indonesia, FSP KEP, FSP ISI, PARREF, dan SBPI.

Baca juga:  KSPI Siapkan “Senjata Rahasia” Lawan Outsourcing & PHK Massal di 5 Industri Besar!

Selama tiga hari, para peserta menerima materi yang komprehensif. Materi tersebut meliputi dasar kepemimpinan, pengorganisasian, serta kesetaraan gender.

Selanjutnya, pemateri memberikan pemahaman mendalam mengenai isu pekerja muda. Peserta juga mempelajari teknik komunikasi yang efektif.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama KSPI dengan DTDA (Danish Trade Union Development Agency). Tahun ini, panitia mengusung tema pembangunan kepemimpinan yang inklusif untuk memperkuat regenerasi gerakan serikat pekerja.

Ketua Panitia Pelaksana, Asep Saepulloh, menegaskan pentingnya peran regenerasi. Menurutnya, pelibatan aktif perempuan dan anak muda menjadi kunci keberlanjutan organisasi.

“Perempuan dan pekerja muda memiliki energi serta cara pandang baru. Mereka memegang peran strategis untuk menentukan arah masa depan gerakan buruh,” ujar Asep.

Baca juga:  ILO SIRI Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan dan Kampanye Konten Media Sosial

Bahkan, ia optimistis metode pelatihan di Cikreteg ini mampu menempa kualitas peserta. Akibatnya, kader-kader muda akan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang makin kompleks.

Singkatnya, KSPI berkomitmen terus mempersiapkan generasi baru. Hasilnya, serikat buruh akan memiliki pemimpin yang adaptif, kritis, dan berperspektif keadilan.

(SN-03)