​(SPNews) Pasuruan, 22 Februari 2017 bertempat di Hotel Liemas Prigen Pasuruan DPD SPN Provinsi Jawa Timur mengadakan Membership Meeting sekaligus Rapat Kerja Daerah 2 dengan tujuan membangun penguatan internal organisasi. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP SPN Iwan Kusmawan, Ketua Bidang Advokasi DPP SPN Djoko Heriyono, Wakil Sekretaris Bidang DPP SPN Sumiyati, pengurus DPD, DPC, Kadisnaker Provinsi Jawa Timur, perwakilan Ketua dan Sekretaris PSP se-Provinsi Jawa Timur.

Acara dimulai pukul 14.30 WIB diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SPN. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPD SPN Provinsi Jawa Timur Nuryanto yang menyampaikan beberapa hal terkait dengan memperjuangkan hak pekerja, meningkatkan kualitas internal organisasi dan masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan program BPJS Kesehatan. Sambutan kedua adalah sambutan dari bapak Iwan Kusmawan yang menyambut baik terselenggaranya membership meeting ini dan sambutan yang terakhir disampaikan Totok yang mewakili Disnaker Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan bahwa akan ada pelatihan untuk 28.000 pekerja dan menjelaskan permasalahan UMSK, disampaikan bahwa Gubernur dan Kadisnasker telah meminta kepada Bupati/Walikota didaerah Jawa Timur agar segera membentuk Asosiasi Sektoral karena kewenangan ada di daerah masing-masing.

Baca juga:  PEKERJA PT JABATEX MENGADUKAN NASIBNYA KE MA

Pukul 17.00 WIB acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja DPP SPN yang dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama dibuka oleh Iwan Kusmawan tentang latar belakang untuk membangun kekuatan organisasi maka sangat diperlukan komunikasi aktif seluruh perangkat baik DPP, DPD, DPC, PSP sampai dengan tingkatan anggota. Tujuan dari membership meeting ini adalah untuk menyampaikan kegiatan organisasi maupun kondisi ketenagakerjaan baik secara internal maupun eksternal dan sekaligus menampung aspirasi anggota di daerah maupun tingkat perusahaan kerena membership meeting ini bukan program baru dari DPP. Kemudian disampaikan kesimpulan dari hasil dari Majenas SPN III yaitu : 1. Penertiban iuran sesuai AD/ART dan akan dibentuk tim penertiban cos, 2. PO tentang Laskar Nasional, TKBH ( tim konsultasi bantuan hukum ), KP ( komite perempuan ), akan ditertibkan DPP SPN, 3. Akan dibentuk tim kajian AD/ART dengan melibatkan tenaga ahli, 4. Pengorganisasian di beberapa daerah sangat dibutuhkan, 5. Peningkatan kapasitas anggota dan pengurus SPN, 6. Mempertegas posisi SPN di KSPI, 7. Harus ada format laporan keuangan yang seragam dari semua perangkat.

Baca juga:  TIDAK SEMUA PEKERJAAN BISA MENERAPKAN UPAH PERJAM

Bahwa hasil dari Majenas III ditindaklanjuti ke Rakernas III SPN yang di antaranya membentuk Panitia Kerja. Dan SPN Jawa Timur diwakili oleh 3 orang yaitu saudara Khoirul Anam, Ade Pramana dan Sungkowo Ramadhani untuk menyelesaikan AD/ART dan RABPO. Dan rencananya dari semua perwakilan se-Indonesia akan berkumpul di satu tempat untuk membahas hal tersebut di atas. Terkait dengan fungsi sayap-sayap SPN yaitu Laskar Nasional, TKBH, KP dan WEB SPN diharapkan untuk bekerja keras dan optimal guna memperkuat dalam membesarkan Organisasi SPN. Sesi selanjutnya diisi oleh Sumiyati yang menyampaikan tentang Komite Perempuan, bahwa mayoritas tenaga kerja di Indonesia kebanyakan perempuan dan perempuan juga bisa membesarkan organisasi dan fungsi Komite Perempuan tidak untuk bersaing tetapi sebagai penyeimbang dan setidaknya perempuan dapat terlibat dalam memperjuangkan hak-haknya. Dari hasil rapat, Komite Perempuan telah mengagendakan jambore perempuan dan akan dilaksanakan pertengahan tahun 2017 ini. Dan sesi ketiga diisi oleh Djoko Heriyono yang membahas tentang hak pekerja.

Andreas/Coed