JAKARTA (08/08/2026) – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggandeng LO Norwegia untuk menggelar Workshop Participatory Gender Audit (PGA). Acara ini berlangsung di Best Western Hotel Cawang, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perspektif gender dalam organisasi serikat pekerja. Selain itu, langkah ini mendorong terciptanya organisasi yang lebih inklusif dan setara.
Peserta workshop merupakan perwakilan perempuan dan pemuda dari berbagai federasi anggota KSPI. Selanjutnya, para peserta mempelajari penerapan prinsip kesetaraan gender selama tiga hari. Mereka berdiskusi mengenai pengorganisasian, pendidikan, kepemimpinan, hingga perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Tim LO Norwegia mengirimkan sejumlah perwakilan penting. Mereka adalah Olav Andersen, Nadia Shabana, serta Floro R. Francisco. Oleh karena itu, kehadiran tim ini memperkaya proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarorganisasi.
Sekretaris Jenderal KSPI, Ramidi, membuka kegiatan ini secara resmi. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh peserta selama workshop. Menurutnya, penguatan perspektif gender akan membangun organisasi yang lebih demokratis.
“Kesetaraan gender bukan sekadar isu perempuan. Akan tetapi, ini merupakan upaya membangun organisasi yang kuat, adil, dan mampu memberikan ruang partisipasi yang setara bagi setiap anggota,” tegas Ramidi dalam sambutannya.
Sementara itu, Gender Consultant LO Norwegia, Nadia Shabana, memandu sesi pembelajaran dengan metode partisipatif. Ia mengajak peserta berinteraksi aktif melalui diskusi dan refleksi. Akibatnya, proses pembelajaran berlangsung dua arah dan lebih hidup.
Melalui metode PGA, peserta mengevaluasi kebijakan dan budaya organisasi mereka secara langsung. Singkatnya, metode ini membantu mengidentifikasi praktik baik dan tantangan di lapangan. Peserta kemudian merumuskan langkah nyata untuk menyempurnakan integrasi gender.
Selama kegiatan, peserta membahas berbagai isu strategis. Isu tersebut mencakup kepemimpinan perempuan, pencegahan kekerasan di tempat kerja, serta penguatan peran pemuda. Lebih lanjut, kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk federasi.
Rekomendasi tersebut antara lain meningkatkan representasi perempuan dalam kepemimpinan. Selain itu, peserta mendorong penguatan pendidikan gender dan mekanisme penanganan kekerasan. KSPI menilai perjuangan serikat pekerja harus mencakup kesetaraan dan kebebasan dari diskriminasi.
Pada akhirnya, kerja sama KSPI dan LO Norwegia ini memperkuat gerakan serikat pekerja yang berkeadilan. Bahkan, penguatan kapasitas pemuda dan perempuan bakal melahirkan kader-kader pemimpin baru di masa depan.
(SN-03)