SERANG (05/08/2026) — Ten federasi afiliasi pekerja menggelar Workshop Organizing IndustriALL di Kota Serang pada 4–5 Agustus 2026. Kegiatan ini menyoroti penguatan kaderisasi dan pengorganisasian berkelanjutan sebagai agenda utama.

Selain itu, workshop ini menjadi ruang strategis bagi organisasi pekerja. Para peserta meningkatkan kapasitas pengorganisasian serta memperluas keterlibatan anggota. Oleh karena itu, gerakan serikat pekerja dapat menjaga keberlanjutan perjuangan secara terencana.

Sejumlah federasi buruh di Provinsi Banten menghadiri kegiatan penting ini. Sebagian di antaranya meliputi SPN, FSPMI, SPKEP, CEMWU, Garteks, FKUI, dan Lomenik.

Menghilangkan Ketergantungan pada Figur Senior

Para peserta workshop menyepakati bahwa organisasi tidak boleh menggantungkan perjuangan pada figur senior saja. Sebaliknya, serikat pekerja harus melahirkan kader baru yang berani dan berkomitmen.

President Council IndustriALL Indonesia, Iwan Kusmawan, menegaskan hal tersebut secara langsung. Menurutnya, kaderisasi membuat organisasi tetap hidup dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Baca juga:  DPP SPN Perkuat Sinergi Keuangan di Kabupaten Bogor: Dorong Transparansi Iuran

Sementara itu, Fungsionaris DPP SPN, Asep Saepulloh, menyampaikan pandangan senada. Ia menekankan bahwa pengurus harus menjalankan pengorganisasian secara konsisten.

“Pengorganisasian bukan sekadar kegiatan merekrut anggota,” ujar Asep. “Akan tetapi, ini proses membangun kekuatan kolektif dari bawah secara konsisten.”

Selanjutnya, Asep mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh anggota. Pengurus harus memperlakukan anggota sebagai subjek perjuangan, bukan penerima keputusan belaka.

“Kaderisasi tidak akan tumbuh apabila anggota hanya menjadi penonton,” tegas Asep. “Oleh karena itu, pengurus wajib melibatkan dan memberdayakan mereka.”

Regenerasi Bukan Sekadar Pergantian Jabatan

Dalam kesempatan ini, para peserta juga mengevaluasi pola kerja yang terpusat. Akibatnya, mereka sepakat memperbarui pendekatan regenerasi kepemimpinan.

Regenerasi tidak boleh bermakna sekadar pergantian jabatan pimpinan. Bahkan, proses ini harus menyiapkan kekuatan baru demi menjawab tantangan dunia kerja.

Oleh karena itu, kaderisasi harus berjalan secara terus-menerus. Serikat pekerja membutuhkan kader yang tumbuh dari pengalaman nyata di lapangan.

Baca juga:  Sosialisasi Bahaya Asbes KSPI Bersama SPN Tutup Rangkaian Edukasi di Enam Wilayah

Kemudian, pengorganisasian berkelanjutan menuntut kerja yang disiplin dan terukur. Pengurus wajib hadir di tengah pekerja serta mendengarkan aspirasi mereka.

Singkatnya, pengurus harus mengubah keluhan individual menjadi kekuatan bersama. Langkah ini memperkuat posisi buruh melalui keterlibatan nyata seluruh anggota.

Membangun Masa Depan Gerakan Pekerja

Ketergantungan pada tokoh tertentu dapat menjadi kelemahan besar organisasi. Sebaliknya, serikat pekerja akan berdiri kokoh jika aktif memberikan ruang belajar bagi kader muda.

Oleh sebab itu, anggota harus menyadari peran penting mereka. Anggota merupakan kekuatan utama yang menggerakkan roda organisasi.

Singkatnya, Workshop Organizing IndustriALL Banten menegaskan arah baru gerakan buruh. Kekuatan sejati serikat pekerja terlihat dari kemampuannya mencetak kader-kader berkualitas.

Dari Banten, para buruh memperjuangkan kepemimpinan masa depan. Langkah ini memastikan bahwa perjuangan pekerja akan terus menyala dan berkelanjutan.

(SN-21)