Gambar Ilustrasi

Dalam draf tersebut, pengusaha bisa meminta pekerja lembur paling banyak 4 jam dalam 1 hari dan 18 jam dalam seminggu dengan membayar upah kerja lembur

(SPN News) Jakarta, dalam draf RUU Omnimbus Law RUU Cipta Kerja terdapat pemangkasan jam kerja. Pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja yang ditetapkan pemerintah. Waktu kerja tersebut paling lama 8 jam sehari dan 40 jam 1 minggu. Waktu kerja tersebut berbeda jika dibandingkan dengan yang diatur dalam UU No 13/2003 Ketenagakerjaan.

Dalam UU yang masih berlaku tersebut, waktu kerja buruh diatur dalam dua bentuk. Pertama, sebanyak 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk enam hari kerja dalam 1 minggu. Kedua, sebanyak 8 jam sehari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam satu minggu.

Baca juga:  PABRIK KAYU LAPIS TUTUP, 1.076 KARYAWAN MENJADI PENGANGURAN

Selain itu dalam draf RUU tersebut juga mengubah waktu lembur maksimal buruh. Dalam draf tersebut, pengusaha bisa meminta pekerja lembur paling banyak 4 jam dalam 1 hari dan 18 jam dalam seminggu dengan membayar upah kerja lembur. Dalam aturan lama, waktu lembur paling banyak hanya 3 jam sehari dan 14 jam seminggu.

SN 09/Editor