BOGOR (19/05/2026) – Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) terus memperkuat kapasitas anggotanya di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, mereka menggelar pelatihan mandiri bersama WageIndicator pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan strategis ini menyasar seluruh Pengurus Serikat Pekerja (PSP) di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Besar kemungkinan, sinergi ini akan mengubah peta perundingan industrial ke depan. Sementara itu, Aula PT Inti Abadi Kemasindo di Citeureup menjadi lokasi utama acara ini.
Pelatihan ini bertujuan membekali pengurus dengan kemampuan membaca data secara komprehensif. Selanjutnya, mereka akan menggunakan data tersebut sebagai senjata utama dalam melakukan advokasi. Data ini juga mempermudah penyusunan Daftar Inventaris Masalah (DIM) untuk draf Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Sinergi Lintas Wilayah
Sebanyak 14 perwakilan dari berbagai basis kuat SPN di Bogor menghadiri acara penting tersebut. Selain itu, perwakilan dari PSP PT Coats Rejo Indonesia turut hadir mewakili Kota Bogor.
Beberapa delegasi Kabupaten Bogor juga mengikuti pelatihan, seperti PSP PT Inti Abadi Kemasindo. Kemudian, ada pula utusan dari PSP PT Dasarukun, Istana Garmindo, dan PT Forta Larese. Utusan dari PT Ricky Putra Globalindo beserta jajaran pengurus DPC Kabupaten Bogor melengkapi daftar peserta.
Kupas Tuntas Data WageIndicator
Sesi pelatihan berlangsung sangat interaktif dengan menghadirkan para narasumber ahli. Akan tetapi, para peserta tetap fokus menyerap materi dari awal hingga akhir acara.
Narasumber utama dalam acara ini adalah Ai Nining dari WageIndicator. Bahkan, Sugiyanto dan Munir dari DPP SPN ikut mendampingi sebagai pemateri.
Pemateri mengawali agenda dengan sosialisasi hasil survei Polling Prioritas Pekerja (WPP) 2025. Selanjutnya, mereka memaparkan hasil survei Kelayakan Kerja atau Decent Work Check (DWC) 2025.
Peserta mempelajari cara membaca data deskriptif secara mendalam dan mendetail. Akibatnya, mereka kini siap mengaplikasikan ilmu tersebut langsung di lapangan kerja.
Transformasi Digital Advokasi SPN
Munir menjabarkan cara menavigasi website WageIndicator secara mendalam pada sesi teknis. Kemudian, ia menjelaskan fitur pembanding upah minimum di seluruh Indonesia.
Fitur tersebut juga menyajikan data indikator Upah Layak atau Living Wage secara akurat. Selain itu, pengguna bisa mengakses database dan melakukan komparasi antar-PKB perusahaan.
Ai Nining membedah hasil survei WPP khusus untuk wilayah Jawa Barat. Singkatnya, sesi ini memotret secara tajam kondisi pekerja di Bogor. Acara lalu berakhir dengan diskusi dua arah serta evaluasi hasil survei dari masing-masing basis.
Meningkatkan Bargaining Power Pekerja
Seluruh peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program kolaborasi strategis ini. Oleh karena itu, sinergi ini menjadi langkah maju yang buruh butuhkan saat ini.
Dennis selaku perwakilan salah satu PSP mengapresiasi tinggi inisiatif berbasis data ini. Menurutnya, data WageIndicator sangat membantu proses perundingan dengan manajemen perusahaan.
“Analisis data dari website ini memberikan kami kekuatan berpikir kritis,” kata Dennis. Bahkan, hal ini mempertajam argumentasi kami saat berunding dengan pengusaha.
Data komprehensif ini meningkatkan kapasitas pengurus dalam memetakan persoalan pabrik. Akhirnya, pengurus dapat menghadirkan solusi konkret demi kesejahteraan seluruh anggota SPN.
(SN-28)







