Partisipasi SPN dalam pemilu damai tanpahoax, memilih wakil rakyat dan pemimpin nasional

(SPN News) Tigaraksa, (30/11/2018) bertempat di Aula Rumah Joglo Ardes Cafe dan Restoran DPD SPN BANTEN menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan yang mengambil tema “Partisipasi SPN dalam pemilu damai tanpa hoax, memilih wakil rakyat dan pemimpin nasional”. Acara dibuk oleh Ketua DPD SPN Banten H Ahmad Saukani S.H yang dalam sambutannya mengharapkan agar seluruh anggota SPN khususnya Provinsi Banten tidak mudah menyebarluaskan/mengunggah suatu informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoax apalagi sampai tersandung kasus hukum.

Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber Wakil Direktur Intelkam Polda Banten AKBP Nowo Hadi Nugroho serta dua narasumber dari internal DPD SPN Banten yaitu Yudi Supriyadi S.H, M.H dan Intan Indriabachdim Dewi, sedangkan peserta seminar berjumlah 70 orang dari DPC dan PSP se-Provinsi Banten.

Baca juga:  RESOLUSI SPN UNTUK REFORMASI HUKUM KETENAGAKERJAAN

Materi pertama disampaikan olehIntan yang berisi tentang peran perempuan SPN dalam menghadapi pemilu 2019 nanti, lalu materi kedua oleh Yudi Supriyadi S.H, M.H yang berisi tentang hukum-hukum yang dapat menjerat pelaku penyebar konten hoax. Sedangkn materi terakhir disampaikan oleh AKBP Nowo Hadi Nugroho berisi bagaimana kepolisian mengharapkan peran aktif masyarakat khususnya anggota SPN untuk menjaga kondusifiktas negara dalam menghadapi pemilu 2019, jangan mudah terprovokasi dan memprovokasi.

Sesi terakhir acara yaitu penandatanganan Deklarasi Anggota SPN Banten untuk pemilu damai tanpa hoax, isi dari deklarasi tersebut diantaranya :

1. Anggota SPN Banten siap menjadi pemilih yang bertanggung jawab dalam pemilu 2019 yang damai.

Baca juga:  DIANGGAP SERING TELAT MASUK KERJA, KETUA PSP SPN PT IMIP DIPHK

2. Anggota SPN Banten siap gerakan anti hoax khususnya menuju pemilu 2019.
3. Anggota SPN Banten siap menjadi pelopor pemilu damai.

Dalam sesi wawancara bersama media H Ahmad Saukani S.H menegaskan agar anggota SPN Banten tetap menjaga keutuhan SPN karena ada 19 orang kader SPN yang menjadi Calon Legislatif yang berangkat dari partai yang berbeda.

Wibowo/Editor