Foto Istimewa

(SPNEWS) Semarang, Ratusan pekerja pabrik garmen Vision Land Semarang, melakukan aksi protes serta menuntut haknya pada Senin (13/11/1023).

Mereka berkumpul di depan gerbang pabrik garmen yang berada di jalur Semarang-Solo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang sejak pagi hingga siang hari.

Dalam menyampaikan protesnya, mereka mengungkapkan sudah tidak digaji atau diberi upah lagi sejak dua bulan terakhir.

Berdasarkan penuturan para pekerja di sana, mereka juga tiba-tiba diminta untuk tidak bekerja lagi sejak Jumat (10/11/2023) lalu.

Seorang pekerja di sana, Alsyah Maulinda (20), bahkan belum menerima upah sepeser pun dari perusahaan itu. Pasalnya, dia baru masuk bekerja di perusahaan garmen itu pada 6 Oktober 2023. Dia masuk pada saat pekerja lain belum mendapatkan hak upahnya. Padahal, dia sudah terlanjur menyewa indekos dan memerlukan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Akhirnya, dia ikut melakukan protes bersama ratusan karyawan di sana.

Baca juga:  KOMITE AKSI BURUH TANGERANG BERGERAK MENUNTUT UMK 2019 RP 4,5 JUTA

“Saya tidak tahu harus bagaimana, padahal butuh uang buat makan, bayar kos, orangtua kan juga butuh,” kata dia.

Alsyah mengaku seharusnya mendapatkan upah sebesar Rp 2.481.000 setelah sebulan pertamanya dia bekerja.

Pekerja di sana pada umumnya mendapatkan upah pada tanggal 10 setiap bulannya.

“Harusnya tanggal 10 sudah dapat gaji, tapi malah diliburkan,” imbuh dia.

Saat ratusan pekerja melakukan protes, tampak sejumlah atribut kertas yang mereka bawa, satu di antaranya bertuliskan “minta hak kami, gaji 2 bulan + THR, kami butuh makan!!”.

 

SN 09/Editor