Perjalanan hidup itu tidak hanya berhenti ketika langkah kaki berpijak pada satu tempat. Justru di tempat itulah semua yang menjadi niat mulai terukir perlahan. Tak peduli deras hujan ataupun terik panas semua dikerjakan dengan sepenuh hati. Semua tak lain untuk menjadi manusia yang lebih baik, menjadi sosok tulang punggung keluarga yang tangguh dan berusaha yakin bahwa yang maha kuasa selalu menyertai perjalanan ini hingga waktu yang banyak orang sebut menjadi indah itu akan berpihak padaku.

Jakarta menjadi harapan terbesar dalam perjalananku. Membawa semua mimpi menjadi satu bagian kisah yang enggan ku pendam. Mimpi-mimpi itu ku jadikan nyata ketika kaki melangkah dengan pasti dengan sisa keadaan yang ada. Tanpa ragu ku nikmati detik demi detik perjalanan hidup ini. Jakarta adalah tempat pertamaku mengembara. Membawa sejuta harap dengan niat besar untuk terus berusaha. Aku tidak sendiri, aku dan mereka dengan niat dan tujuan sukses yang sama. Buruh-buruh tangguh yang mengorbankan bahagia demi keluarga, demi kesempurnaan masa depan yang tengah digariskan Tuhan kepada manusia-Nya.

Baca juga:  AUDENSI DPC SPN KABUPATEN SERANG DENGAN OMBUDSMEN

Di saat pertanyaan menyelimuti diri tentang rindu yang tengah bersemi, keyakinan untuk berjuang semakin tinggi. Pengorbanan menjadi pekerja hebat dan upaya menjadi buruh kuat adalah satu perjuangan untuk terus dihadapi.

“Cita dan cinta, aku mencari cita itu menjadi nyata, dan aku mencari cinta itu membuat bahagia. Demi mereka, keluarga yang ku tinggalkan dan demi masa depan yang akan datang ”.

Buruh pabrik sepertiku memiliki banyak harapan di atas awan. Bukan hanya soal uang, namun kebahagiaan untuk terus mampu melihat senyuman orang-orang yang disayang. Menjadi buruh yang tangguh tidaklah mudah. Menjadi pekerja hebat haruslah kuat. Selagi langit masih berwarna biru dengan sinar keindahan yang nampak. Hingga suatu hari pulang membawa berjuta keindahan.

Baca juga:  PENGANGGURAN SEMAKIN BERTAMBAH, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Dede Hermawan/Editor