GARUT (31/10/2026) – Memperkuat serikat pekerja tidak cukup dengan membangun struktur kepengurusan. Sebaliknya, organisasi membutuhkan strategi pengorganisasian yang terencana dan kader yang berkapasitas.
Selain itu, kader harus mampu membaca dinamika hubungan industrial di perusahaan. Atas dasar itu, DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) bekerja sama dengan BBTK SETCA menggelar Training on Organizing a New Member.
Pendidikan ini ditujukan bagi calon organizer SPN Kabupaten Garut dan Kabupaten Majalengka. Kegiatan berlangsung tiga hari, 29–31 Oktober 2026, di Hotel Dariza Danau Resort.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka dipersiapkan menjadi aktor kunci pengorganisasian di wilayah masing-masing.
Dari Pemetaan hingga Strategi
Pendidikan ini memiliki tujuan strategis. Pertama, kader SPN dilatih memetakan perusahaan dan mengidentifikasi potensi pekerja.
Kemudian, kader juga belajar membangun komunikasi dengan calon anggota. Selanjutnya, mereka menyusun strategi pengorganisasian di perusahaan yang belum memiliki SPN.
Di samping itu, kader didorong memperluas basis keanggotaan di perusahaan yang sudah memiliki SPN.
Sejumlah narasumber membekali peserta. Mereka adalah Darlina, Project Coordinator BBTK SETCA, dan Dadan Sudiana, Ketua DPD SPN Jawa Barat.
Selain itu, hadir pula Asep Saepulloh, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi DPP SPN. Agus Rantau, Ketua Bidang Program DPP SPN, serta Baiq Evi Mahdalina, Sekretaris DPP SPN, juga menjadi pemateri.
SWOT, SMART, dan 5W1H
Materi dirancang untuk memberi pemahaman sekaligus keterampilan praktis. Misalnya, peserta dibekali analisis SWOT untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Selain itu, peserta mempelajari teori SMART. Pendekatan ini membantu menyusun target yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu.
Peserta juga memakai pendekatan 5W1H. Dengan begitu, setiap agenda pengorganisasian memiliki arah yang jelas.
Pendekatan itu menjawab apa yang dilakukan dan mengapa perlu dilakukan. Lalu, ia juga menjawab siapa yang terlibat, di mana, kapan, dan bagaimana strateginya.
Organizing Membangun Kekuatan Kolektif
Pengorganisasian merupakan pekerjaan mendasar dalam membangun kekuatan serikat pekerja. Sebab, serikat pekerja bukan sekadar pemenuh persyaratan organisasi.
Sebaliknya, serikat menjadi alat kolektif pekerja memperjuangkan hak dan kesejahteraan. Karena itu, organizer tidak cukup hanya mengajak pekerja menjadi anggota.
Organizer juga harus memahami persoalan pekerja dan membangun kepercayaan. Selain itu, ia perlu menumbuhkan kesadaran bahwa kekuatan pekerja terletak pada persatuan.
Pemetaan perusahaan dan potensi anggota menjadi langkah awal yang penting. Dalam hal ini, organizer harus membaca kondisi perusahaan dan karakteristik pekerja.
Ia juga perlu mengenali persoalan hubungan industrial. Bahkan, peluang dan tantangan membangun organisasi pun harus dipetakan.
Dengan pendekatan itu, pengorganisasian tidak berjalan sporadis. Pengorganisasian juga tidak sekadar mengejar angka keanggotaan.
Justru, pengorganisasian menjadi kerja strategis yang berkelanjutan. Tujuannya membangun organisasi yang kuat, mandiri, dan berdaya tawar.
Membangun SPN yang Lebih Besar
Melalui pendidikan ini, 20 calon organizer diharapkan bergerak nyata di lapangan. Mereka diharapkan menerjemahkan pengetahuan menjadi langkah konkret.
Targetnya bukan hanya memperluas jangkauan SPN ke perusahaan tanpa serikat. Selain itu, SPN juga ingin memperkuat organisasi di perusahaan yang sudah memiliki SPN.
Penguatan itu dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan, militansi, dan partisipasi. Begitu pula kapasitas anggota dan pengurus ikut ditingkatkan.
DPP SPN bersama BBTK SETCA mendorong pendidikan ini menjadi titik awal pengorganisasian yang sistematis. Dengan kata lain, pengorganisasian harus terukur dan berkelanjutan.
Namun, keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada kegiatan tiga hari ini. Keberhasilan itu harus dibuktikan lewat kerja nyata para organizer.
Sebab, organisasi besar tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui pengorganisasian yang konsisten dan keberanian memperjuangkan kepentingan pekerja.
Pada akhirnya, SPN harus terus bertumbuh. Pertumbuhan itu bukan hanya soal jumlah anggota, tetapi juga kualitas kader dan kekuatan perjuangan.
(SN-03)

Pemateri menyampaikan materi kepada peserta yang duduk melingkar.

Pemateri memaparkan materi melalui presentasi di layar.

Peserta mempresentasikan hasil diskusi di depan flipchart.

Pemateri memandu diskusi strategi pengorganisasian.