JAKARTA (15/10/2026) – Perjuangan buruh Jawa Barat memperoleh kepastian UMSK 2026 memasuki babak penting. PT TUN Jakarta mengabulkan permohonan banding dan menguatkan putusan PTUN Bandung. Sengketa itu menyangkut SK Gubernur Jawa Barat tentang UMSK 2026.

Putusan banding Nomor 196/B/2026/PTTUN.JKT diputus pada Rabu, 14 Oktober 2026. Majelis hakim menerima banding Pembanding I dan Pembanding II. Selanjutnya, majelis menguatkan putusan PTUN Bandung Nomor 29/G/2026/PTUN.BDG tertanggal 22 Juli 2026, dengan perbaikan pertimbangan dan amar.

Isi Amar Putusan

Dalam amarnya, PT TUN Jakarta menyatakan batal Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.876-Kesra/2025. Keputusan tertanggal 29 Desember 2025 itu mengatur UMSK Tahun 2026.

Selain itu, majelis hakim memerintahkan Gubernur Jawa Barat mencabut keputusan tersebut. Gubernur juga wajib menerbitkan SK UMSK 2026 baru sesuai rekomendasi bupati/walikota.

Putusan ini menjadi titik penting perjuangan buruh Jawa Barat. Sebab, UMSK tidak sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut kepastian upah dan hak pekerja.

Baca juga:  SPN dan PT TKG Taekwang Salurkan Bantuan Rp110 Juta untuk Korban Banjir Pamanukan

SPN Jabar Sambut Putusan Banding

Ketua DPD SPN Provinsi Jawa Barat Dadan Sudiana bersyukur atas putusan tersebut.

“Alhamdulillah, putusan tingkat banding di PT TUN Jakarta sudah memutuskan dan menguatkan putusan dari PTUN Bandung,” ujar Dadan Sudiana.

Dadan menjelaskan PT TUN Jakarta menghapus satu klausul putusan tingkat pertama. Klausul itu terkait pemberhentian sementara Gubernur Jawa Barat. Akan tetapi, substansi utama putusan tetap mewajibkan gubernur mencabut SK lama dan menerbitkan SK baru.

Gubernur Diminta Tidak Kasasi

Bagi SPN Jawa Barat, pelaksanaan putusan jauh lebih penting daripada kemenangan di atas kertas. Oleh karena itu, Dadan meminta gubernur tidak menempuh kasasi ke Mahkamah Agung.

“Kita minta agar Gubernur tidak melakukan upaya hukum kasasi kepada MA dan segera menerbitkan SK baru UMSK yang berlaku surut sejak 1 Januari 2026,” tegasnya.

Baca juga:  SPN Jawa Barat Desak Revisi Upah Sektoral dan Siapkan Aksi Besar

Menurut SPN, pemerintah daerah harus menindaklanjuti putusan pengadilan dengan langkah konkret. Bahkan, setiap penundaan berpotensi memperpanjang ketidakpastian upah sektoral bagi buruh.

SPN dan KSPI Jabar Siap Aksi Besar

Dadan juga menyampaikan peringatan tegas jika putusan tidak segera dijalankan.

“Apabila tidak segera dilaksanakan putusan PT TUN Jakarta, DPD SPN Jawa Barat bersama KSPI Jawa Barat akan melakukan aksi besar di Bandung,” tegas Dadan.

Pernyataan itu menandakan kesiapan SPN dan KSPI Jawa Barat melanjutkan perjuangan lewat aksi massa. Sementara itu, buruh kini menunggu langkah gubernur mencabut SK lama dan menerbitkan SK baru.

Singkatnya, perjuangan upah tidak berhenti saat palu hakim diketuk. Perjuangan baru berhasil ketika putusan dijalankan dan hak buruh mendapat kepastian.

(SN-08)

Sejumlah buruh berfoto bersama di trotoar sambil mengepalkan tangan

Buruh SPN dan elemen serikat pekerja berfoto bersama saat mengawal perjuangan UMSK 2026 Jawa Barat.