JAKARTA (3/9/2026) — Dunia gerakan buruh kembali berduka. Tokoh perjuangan jaminan sosial, Indra Munaswar, telah tutup usia. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi seluruh pejuang hak pekerja di Indonesia.

Selama hidupnya, almarhum aktif membela hak-hak rakyat kecil. Selain itu, almarhum terus mendorong ketersediaan perlindungan kesehatan yang adil. Oleh karena itu, Jamkeswatch KSPI menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas kepulangan almarhum.

Sosok Konsisten di Garis Depan

Bagi gerakan sosial, Indra Munaswar bukan sekadar aktivis biasa. Bahkan, almarhum menjadi simbol keberanian dalam menyuarakan hak-hak masyarakat. Almarhum menuntut kehadiran negara dalam menyediakan akses kesehatan yang mudah.

Selanjutnya, perwakilan Jamkeswatch KSPI, Daryus dan Aden, memberikan penghormatan terakhir. Mereka menegaskan bahwa almarhum telah mengukir catatan penting dalam sejarah gerakan buruh.

Baca juga:  Pelatihan Kemediaan Jilid Dua SPN Resmi Ditutup di Bogor

“Kami sangat berduka atas berpulangnya Bang Indra Munaswar. Beliau konsisten memperjuangkan jaminan sosial dan kepentingan masyarakat,” kata Daryus dan Aden.

Akan tetapi, mereka mengingatkan bahwa kepergian almarhum bukan akhir dari perjuangan. Sebaliknya, seluruh aktivis harus meneruskan semangat perjuangan almarhum.

“Banyak gagasan beliau menjadi pengingat bagi kita semua. Jaminan kesehatan adalah hak rakyat yang harus kita perjuangkan,” tegas mereka.

Melanjutkan Semangat Perjuangan

Sementara itu, Daryus dan Aden menilai perjuangan pelayanan kesehatan membutuhkan keberanian besar. Indra Munaswar telah membuktikan keberanian tersebut melalui aksi nyata di lapangan.

Akibatnya, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi seluruh pejuang jaminan sosial. Namun demikian, perjuangan mengawal JKN tidak boleh terhenti.

Baca juga:  Mediasi Sengketa Hak Buruh PT Sinarup Jaya Utama di Bogor Berlangsung Alot

“Kepergian beliau menjadi kehilangan bagi kita semua. Walaupun demikian, generasi penerus harus melanjutkan perjuangan jaminan sosial,” lanjut Daryus dan Aden.

Kemudian, Jamkeswatch KSPI mendoakan agar keluarga almarhum mendapatkan ketabahan. Merekapun berharap amal ibadah almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Saat ini, pelayat dapat mendatangi rumah duka di Kp. Balimatraman, RT 012/RW 06 No. 18, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Singkatnya, nama Indra Munaswar akan tetap hidup melalui warisan gagasannya.

(SN-03)