​Menurut data BPS dari Agustus 2016 – Agustus 2017 tercatat 7,4 juta rakyat Indonesia menganggur.

(SPN News) Jakarta,  Sekjen Kemenperin Haris Munandar menjelaskan pada Agustus 2016 hingga Agustus 2017, terdapat 7,4 juta pengangguran. Dirinya melihat situasi tersebut ada yang tidak sinkron antara kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan industri dengan kemampuan para pelamar.

Berdasarkan dari hasil riset Bank Dunia pada Oktober lalu, Indonesia membutuhkan waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dan membutuhkan waktu 75 tahun untuk mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan (science). Untuk memacu pertumbuhan industri dan ekonomi, kata Haris diperlukan tiga faktor utama, yaitu investasi, teknologi dan SDM.

Baca juga:  BEDAH DRAFT PKB PSP SPN PT HING'S SUBUR MAKMUR KOTA TANGERANG

Ketersediaan SDM Industri yang kompeten menurutnya akan mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri lebih berdaya saing. Sektor industri juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat serta menghindarkan Indonesia dari middle income trap.

Haris mengemukakan, Kemenperin berkomitmen untuk terus menciptakan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan dunia industri yang dihasikan dari sejumlah unit pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin.
“Saat ini, Kemenperin telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk membangun delapan politeknik,” ungkap dia, dalam siaran pers, Ahad (17/12/2017)

Shanto dikutip dari Nusantara News.co/Editor