Foto Ilustrasi

(SPNEWS) Bandung, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat Romie Erfianto mengatakan saat ini baru 31 persen pekerja di Jawa Barat yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

“Masih banyak lagi karena kita pekerja di Jabar itu sebenarnya kurang lebih sekitar 18 juta, masih ada 12,6 juta lagi yang belum dicover. Jadi memang gap-nya masih sangat jauh,” kata Romie belum lama ini.

Untuk mengatasi hal tersebut, Romie mengaku pihaknya menggandeng pemerintah daerah hingga asosiasi pengusaha untuk mengakselerasi kepesertaan para pekerja di BPJS Ketenagakerjaan.

“Pada tahun ini target kita bisa naik 10 persen. Jadi 41 persen atau 46 persen di-cover,” terangnya.

Selain itu, Romie mengakui memang tingkat literasi masyarakat mengenai manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pun masih rendah. Sehingga hal tersebut memang menjadi salah satu hambatan pertumbuhan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Tahunya ini program orang kantoran, padahal sebenarnya ini program untuk seluruh masyarakat pekerja, baik di sektor formal, maupun sektor informal,” tuturnya.

Baca juga:  KONSOLIDASI PSP SPN PT RAGATEX

Padahal, kata Romie, iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat terjangkau yakni mulai Rp16.800. Dengan iuran yang terjangkau tersebut, setiap peserta bakal mendapatkan perlindungan dari kecelakaan dan kematian, bahkan beasiswa.

“Itu beasiswa untuk maksimal 2 orang anak, ditanggung sampai univerisitas. Nah ini kita dorong dan memberikan literasi,” ucapnya.

Untuk meningkatkan layanan, BPJS Ketenagakerjaan pun telah mengenalkan pengembangan inovasi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan bagi peserta. Inovasi tersebut berorientasi pada kemudahan, kecepatan, dan kualitas layanan bagi peserta.

Terbaru, BPJS Ketenagakerjaan di seluruh kantor cabang kini hadir dengan mengusung konsep green design yang mana tampilannya semakin fresh dan hangat sekaligus ramah penyandang disabilitas.

“Jadi kita ada program layanan 24×7, peserta bisa melakukan akses cek saldo, cek kepesertaan, mengajukan klaim kalau memang mereka gak memiliki gadgetnya bisa ada layanan 24×7 dan kami memperkenalkan juga layanan informasi yang ada CS, bisa mereka datang ke situ atau bisa memanfaatkan Jamsostek mobile,” tandasnya.

Baca juga:  PABRIK TUTUP, BURUH PT SULINDAFIN DEMO DI DPRD KOTA TANGERANG

Sementara itu, belum lama ini Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan saat ini lebih dari 12 juta pekerja dari total 18 juta pekerja di Provinsi Jawa Barat belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya masih memiliki PR, masih belasan juta tenaga kerja di Jawa Barat yang belum masuk BPJS [Ketenagakerjaan] baru 5 juta dari sekian juta,” kata Uu saat ditemui di Bandung.

Padahal Uu menilai, BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi solusi di kala pekerja mengalami kecelakaan maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, kata Uu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan Jaminan Hari Tua (JHT).

“Baru 31 persen pekerja formal masuk kepada BPJS [Ketenagakerjaan]. Ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan tanggung jawab BPJS saja, termasuk pengusaha, karyawan dan karyawati sendiri,” ucapnya.

SN 09/Editor