Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Disnaker Provinsi NTB, DPRD NTB dan Kantor Gubernur NTB

(SPNEWS) Mataram, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Disnaker Provinsi NTB, DPRD NTB dan Kantor Gubernur NTB (12/04/21)

Dalam aksi tersebut yang menjadi tuntutan buruh adalah meminta agar Hakim MK membatalkan Omnibuslaw UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja khusus klaster ketenagakerjaan, berlaku UMSK, bayar THR 2021 secara penuh tanpa di cicil, Usut tuntas dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Job Security, Income Security, Sosial Security, pekerjakan kembali 8 orang pekerja SPBU Labulia lombok tengah yang d berhentikan sepihak dan hentikan segala intimidasi serta kembalikan formulasi upah bagi tenaga kerja alih daya PT PLN disemua perusahaan vendor sesuai dengan Kepdir No.500.

Baca juga:  DITUDING MENGANCAM, KETUA PSP DSI DIPHK SEPIHAK

Dari aksi dan pertemuan dengan Dinas tenaga kerja Provinsi NTB diantaranya adalah bahwa Disnaker provinsi NTB akan tetap memantau terkait perkembangan kasus pekerja SPBU yang di PHK dan menyarankan agar sesegera mungkin untuk dilakukan Bipartit sesuai dengan yang dipersyaratkan agar kasus tersebut dilimpahkan ke provinsi. Sedangkan pertemuan dengan Gubernur Provinsi NTB yang diwakilkan oleh Kabag umum dan kesra diantara adalah SPN disarankan agar lebih tegas menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak pekerja di lembaga LKS tripartit provinsi NTB, Terkait hal bantuan pembinaan organisasi SPN diminta untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini kebangpoldagri provinsi NTB dan Kasus tenaga kerja alih daya PLN pihak pemerintah provinsi akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini PT PLN (Persero)

Baca juga:  SURVEI SETCA BBTK/INDUSTRIALL DI PSP SPN PT TRI NUNGGAL KOMARA KABUPATEN BOGOR

Ketua DPD SPN Provinsi NTB Lalu wira sakti menjelaskan bahwa pihak pemerintah provinsi NTB akan menindak lanjuti dan akan kembali melakukan rapat bersama dalam waktu satu pekan dari tanggal 12 April 2021.

SN 08/Editor