(SPN News) Bogor, 21 September 2016 bertempat di Wisma Bahari Pelni Cipayung Bogor, DPP SPN menyelenggarakan Rapat Kordinasi Nasional (RAKORNAS). Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP Iwan Kusmawan SH beserta seluruh pengurus DPP SPN, Ketua dan Sekretaris dari DPD SPN Banten, DPD SPN DKI Jakarta, DPD SPN Jawa Barat, DPD SPN Jawa Tengah, DPD SPN DIY Yogyakarta, sementara DPD SPN Jawa Timur dan DPD SPN NTB masih dalam perjalanan. Tujuan dari Rakornas ini adalah untuk menindaklanjuti keputusan Majelis Nasional (MAJENAS) II SPN dan untuk menyamakan persepsi antara DPP dengan DPD terkait masalah-masalah yang akan dibahas di dalam workshop.

Acara Rakornas dimulai pukul 15.10 WIB, diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SPN. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengantar Rakornas yaitu berapa penjelasan tentang materi-materi yang akan dibahas di dalam workshop yang  akan diselenggarakan dari tanggal 22 – 24 September 2016 hal ini disampaikan oleh Iwan Kusmawan SH yang sekaligus membuka acara Rakornas.

Sekretaris Umum DPP SPN Ramidi yang selanjutnya menjadi moderator menyampaikan secara garis besar materi yang akan dibawa ke dalam workshop, yaitu materi yang akan dilakukan oleh organisasi SPN di masa depan. Dalam kesempatan itu juga semua DPD yang hadir memberikan tanggapan atas pelaksanaan Rakornas dan Workshop ini. Semua DPD menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya workshop ini dan berharap agar aka nada kesamaan dalam berpikir dan pemahaman sehingga kedepannya organisasi SPN dapat bekerja bersama-sama secara solid dan kompak.

Setelah coffee break, Rakornas dilanjutkan dengan pemaparan rencana materi workshop yang disampaikan oleh Ketua Bidang Advokasi DPP SPN Djoko Heriyono SH. Beliau menyampaikan gambaran umum tentang aturan yang harus diikuti oleh SP/SB sehingga aturan yang ada  di organisasi harus dapat mengakomodir setiap perkembangan aturan dan tantangan yang ada. Setalah penyampaian materi ini kembali para Ketua dan Sekretaris DPD memberikan tanggapannya, secara keseluruhan mereka berpendapat memang betul kita harus mengkaji aturan yang sudah ada agar tidak timbul lagi permasalahan yang akan mengganggu kinerja dari organisasi SPN.

Setelah Isoma, Rakernas hari pertama ini dilanjutkan kembali dengan pemaparan analisa SWOT untuk mengukur kekuatan, kelemahan, tantangan dan hambatan. Yang memaparkan materi ini adalah bapak Pramudji. Secara garis besar semua peserta Rakornas menanggapi positif analisa SWOT ini karena akan dapat mengukur potensi SPN di masa depan.

Rakornas hari pertama ditutup pukul 21.20 WIB dan akan dilanjutkan esok hari pukul 08.00 WIB.

 

Shanto/Coed

Baca juga:  RAPAT BALEG DPR RI MEMUTUSKAN PEMBAHASAN RUU CIPTA KERJA JALAN TERUS