(SPNEWS) Bungku, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Morowali beserta SP/SB lainnya mengikuti pendidikan dan lokakarya yang diselenggarakan oleh Kurawal Foundation dan Yayasan Tanah Merdeka Kota Palu, dengan tujuan untuk pengadvokasian bagi Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan non-serikat yang ada di Sulawesi Tengah khususnya yang berbasis Nickel Industri, karena seperti yang diketahui bersama bahwa Sulawesi Tengah khususnya wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara menjadi sentral pembangunan smelter berbasis Nickel terbesar di Asia Tenggara.

Dalam pelaksanaan Pendidikan dan Lokakarya tersebut diikuti sebanyak 20 orang peserta yang terdiri dari 4 lembaga SP/SB yang ada di Kabupaten Morowali, diantaranya SPN, FIKEP-SBSI, FSPNI, dan SPIM.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 30 September 2023 hingga 2 Oktober 2023 di Hotel Anunta Baru, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali tersebut, dimulai dari penurunan beberapa materi diantaranya Ekonomi Politik Industri Nickel, Peran Negara dalam Sistem Globalisasi dan Neoliberalisme, dan Ekonomi Politik Penghisapan terhadap Buruh.

Baca juga:  KECELAKAAN KEMBALI TERJADI DI PT GNI, MASYARAKAT SIPIL TAGIH JANJI

Wakil Ketua Bidang Kesra DPC SPN Kabupaten Morowali Yogi menjelaskan, “di akhir kegiatan dilakukan pencermatan beberapa isu yang dihadirkan, kemudian menjadi bahan diskusi dan dikembangkan untuk membuat strategi seperti apa yang dapat dilakukan dan kebutuhan-kebutuhan yang harus didapatkan dalam mengolah isu-isu tersebut, diantaranya adalah terkait masalah lingkungan tempat tinggal pekerja/buruh, persoalan upah, K3 dalam perusahaan, dan persoalan tenaga kerja perempuan”, terangnya.

Tidak selesai sampai disitu, tim pelaksana kegiatan dalam hal ini Kurawal Foundation dan Yayasan Tanah Merdeka Kota Palu akan tetap membantu dan mengawal dalam pelaksanaan hal-hal yang telah didiskusikan bersama tersebut dan rencananya mereka akan datang dan berkunjung kembali ke Bahodopi pada khususnya selesai kegiatan tersebut. Lanjutnya

Baca juga:  PRAY FOR GARUT dan SUMEDANG

Yogi berharap, setelah dilaksanakannya kegiatan ini, agar apa yang menjadi strategi yang telah didiskusikan dalam setiap pencermatan isu-isu yang dikembangkan dapat segera dimulai dari membentuk aliansi, kampanye, dan strategi-strategi lainnya. “pendidikan dan lokakarya ini sangat bagus sehingga membuka wawasan baru terhadap seluruh peserta yang hadir. Semoga ke depannya akan dilaksanakan pendidikan dan lokakarya semacam ini kembali dengan peserta yang berbeda sehingga akan menambah wawasan dan berkesinambungan”. Ungkapnya kepada SPNEWS.

SN-08/editor